Pasien Suspect Covid-19 OKU Selatan Meninggal Dimakamkan Fajar, Riwayat Berobat ke Lampung

Mengidap penyakit pneumia dan jantung seorang pasien dengan hasil rapid test terpapar corona virus disease (Covid-19) meninggal dunia di RS Antonio, pada Sabtu (25/3/2020)

Kepala Disnaker : Prabumulih Hampir Mencapai Empat Ribu Pendaftar Program Kartu Pra Kerja

Upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah kota Prabumulih berdampak ke berbagai sektor yang ada di kota Prabumulih maupun diluar kota Prabumulih.

Peduli Warga Miskin Akibat Covid 19, Hj Nurlisna Bagikan Satu Ton Telur

Setelah menyatakan memberikan seluruh gaji bulanan untuk penanganan Covid-19 di Bumi Seinggok Sepemunyian, Hj Nurlisna anggota DPRD Kota Prabumulih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menyalurkan bantuannya kepada masyarakat.

Pemkot Prabumulih Sediakan Transfortasi Untuk Pembeli dan Pedagang Pasar Pagi


Prabumulih, Merdekasumsel.com -- Menanggapi keluhan sejumlah pedagang akan jauhnya lokasi pasar induk yang berada di jalan lingkar timur kota Prabumulih, mulai hari ini Pemerintah Kota Prabumulih menyediakan dua unit bis penumpang untuk antar jemput pedagang dan pembeli yang akan bertransaksi di Pasar Pagi Terminal Lingkar Timur.

Hal tersebut di lakukan sebagai upaya untuk menindak lanjuti keluhan dari sejumlah pedagang yang sampai kemarin masih bertahan di pasar pagi yang berlokasi Pasar Tradisional Modern (PTM).

Asisten I Kita Prabumulih Aris Pribadi mengatakan, jika kemarin mereka (pedagang) mendatangi kediaman Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, pada Sabtu pagi (30/05/2020). mengeluhkan jauhnya lokasi Terminal Lingkar Timur, sehingga menyulitkan mereka untuk menuju lokasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ridho Yahya mengaku siap untuk mencarikan solusi agar para pedagang siap untuk pindah ke Terminal Lingkar Timur. Sejauh ini Pemkot Prabumulih telah berupaya semaksimal mungkin untuk membenahi relokasi pedagang pasar pagi ke wilayah Terminal Lingkar Timur, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.

Selain menyiapkan lapak untuk pedagang, Pemkot Prabumulih juga telah melengkapi sarana lainnya berupa tenda, lampu penerangan, wc umum serta mobil damkar. Hal ini dilakukan demi kenyamanan para pedagang dan pembeli di wilayah tersebut.

“Sesuai arahan dari Walikota Prabumulih, apa yang diinginkan pedagang akan dilengkapi. Untuk fasilitas lainnya telah disiapkan secara keseluruhan, kali ini Pemkot Prabumulih juga telah menyiapkan dua unit armada bus sebagai sarana transportasi untuk pedagang dan pembeli. Satu mobil ditempatkan di Terminal Lingkar Timur dan satunya di PTM,” ujar Aris Priadi saat dikonfirmasi, Minggu (31/05/2020).

Aris Priadi menuturkan, untuk operasional bus antar jemput ini mulai diaktifkan sejak Minggu 31 Mei 2020, dari pukul 22.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB. Kedua armada bus ini masing-masing ditempatkan di Terminal Lingkar Timur dan Terminal PTM.

Bahkan untuk memudahkan pedagang maupun pembeli yang ingin menggunakan jasa transportasi armada bus ini pihaknya juga telah menyiapkan nomor kontak supir bus yakni Toni 082371029218 dan Sri Maryono 085268009858. Pedagang dan pembeli sewaktu-waktu bisa menghubungi kedua nomor kontak tersebut untuk mengetahui lokasi keberadaan mereka.

“Untuk saat ini disiapkan dua unit, jika kurang maka akan kita tambah. Ini semua dilakukan untuk kenyamanan pedagang dan pembeli, sehingga penerapan jarak pedagang selama penerapan PSBB ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar," terangnya

Sementara itu, Marni satu diantara pedagang pasar pagi mengaku terbantu dengan adanya fasilitas bus antar jemput yang telah disiapkan oleh Pemkot Prabumulih. Sehingga ia tidak lagi merasa khawatir dan kesulitan untuk menuju pasar pagi Terminal Lingkar Timur.

“Biasa dari rumah ke pasar pagi Terminal PTM bejalan kaki saja sudah sampe, karena lebih dekat dari rumah. Ya kalau sudah ada mobil antar jemput seperti ini mudah-mudahan tidak susah lagi kami untuk ke pasar pagi di Terminal Lingkar Timur,” tandasnya. (Rel/FAP)

Share:

Tinjau PSBB Di Prabumulih, Gubernur Sumsel Himbau Masyarakat Tetap Patuhi Protkes Untuk Menuju New Normal


Prabumulih, Merdekasumsel.com -- Setelah melakukan peninjauan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Palembang, kali ini Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru beserta jajaran secara langsung melakukan peninjauan pelaksanaan PSBB di Kota Prabumulih.

Dalam kunjungan Gubernur Sumsel tersebut yakni untuk memastikan pelaksanaan PSBB di Kota Prabumulih berjalan dengan baik yang mana PSBB ini adalah masa untuk mengedukasi masyarakat atas pentingnya protokol kesehatan guna untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Diketahui, Gubernur Sumsel H Herman Deru beserta jajaran didampingi oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri beserta Forkopimda kota Prabumulih melakukan tinjauan dibeberapa titik posko check point dan meninjau langsung lapak pasar induk kota Prabumulih.


"Kita ini sama satu tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, maka penegasannya adalah pelaksanaan ini harus tegas karena ini semata-mata untuk kepentingan semua aspek dan masyarakat. Saya menyampaikan juga tentang ada kebijakan nasional bagi daerah-daerah dengan indikasi tertentu dengan parameter tertentu akan menjadi daerah yang new normal kota Prabumulih termasuk di 25 kota sasaran itu. Bahwa new normal ini sesuatu yang sangat ditunggu oleh masyarakat seperti kita lihat para pedagang ingin segera normal para pelajar ingin ini segera normal juga serta dalam pelayanan pemerintahan juga butuh situasi yang normal," kata Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika dibincangi awak media, kamis (28/05/2020).

Orang nomor satu di Sumsel ini menuturkan jika dirinya berharap kepada masyarakat Kota Prabumulih dan seluruh Kota Kabupaten se-sumsel ini untuk siap menghadapi kabar baik atas New Normal, karena jika tidak siap atas pemulihan ini maka semua aktivitas akan menjadi terlambat serta jika aktivitas berkurang otomatis produktivitasnya akan berkurang.


Dikatakannya, bahwa ada beberapa aspek yang harus dilindungi dalam upaya pencegahan covid 19 yakni pertama dimensi kesehatan kedua dimensi Ekonomi dan dimensi Sosial.

"Saya mengapresiasi atas kinerja gugus tugas Prabumulih yang sudah bekerja luar biasa, terbukti dari rangking 2 terbanyak sekarang turun ke rangking 7 artinya kan ada upaya yang luar biasa dalam cegah tangkal Covid 19 dan Saya dengar peran ini adalah juga akibat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya terhadap anjuran-anjuran yang ditetapkan oleh pemerintahannya," tuturnya.


Dalam kesempatan yang sama, Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM menyampaikan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Prabumulih adalah hikmah bagi kota Prabumulih yang artinya dengan adanya PSBB ini adalah cara untuk keluar dari covid-19 untuk menuju New Normal.

"Dengan adanya PSBB diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan. Sehingga, Covid-19 segera membaik di Prabumulih. Selain itu juga dengan tanpa adanya PSBB saja Prabumulih ada stagnan penurunan apalagi ada PSBB ini saya yakin terjadi penurunan yang sangat drastis dalam langkah kita menghadapi new normal ini," terangnya.

Ridho mengatakan, pemberlakuan PSBB di kota Prabumulih juga diterapkan pada pedagang yang dipindah alihkan dari Pasar Tradisional Modern (PTM) 1 ke terminal lingkar yang diketahui menjadi pasar induk kota Prabumulih.

"Akan kita atur dimana yang kemarin di PTM 1 dengan kapasitas 400 tidak mampu menampung yang menyebabkan mereka berdempetan kita cari solusi di sini dengan jarak 1 meter 1 meter ini artinya Prabumulih Bukan hanya PSBB saja tapi pedagangnya juga kita atur sedemikian rupa dengan ketentuan kriteria yang ada di PSBB," pungkasnya.(ADV/FAP)


Share:

PSBB Berlangsung, Pedagang Pasar Induk Dialihkan Ke Terminal Lingkar


Prabumulih, Merdekasumsel.com -- Selain menertibkan para pengendara maupun masyarakat yang beraktifitas diluar rumah saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Prabumulih juga diterapkan, hal tersebut juga berlaku pada pedagang yang dipindah alihkan dari Pasar Tradisional Modern (PTM) 1 ke terminal lingkar yang diketahui menjadi pasar induk kota Prabumulih.

"Akan kita atur dimana yang kemarin di PTM 1 dengan kapasitas 400 tidak mampu menampung yang menyebabkan mereka berdempetan kita cari solusi di sini dengan jarak 1 meter 1 meter ini artinya Prabumulih Bukan hanya PSBB tapi PSBB pedagangnya kita atur sedemikian rupa dengan ketentuan kriteria yang ada di PSBB," ujarnya.

"Dari beberapa pedagang kami nilai mereka sudah merasa nyaman gelar dagangan di sana, untuk itu dengan pemindahan karena PSBB ini kesempatan kita untuk mengurai kemacetan di jalan jenderal Sudirman yang selama ini sudah jadi permasalahan menahun," tutur Ridho ketika dibincangi awak media, Kamis (28/05/2020).

Menurut Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM beberapa hari kedepan PTM ll hanya akan di buka mulai pukul 09.00 wib sampai pukul 18.00wib.

Orang nomor satu di Prabumulih ini juga mengatakan jika nantinya begitu terminal sudah resmi dijadikan pasar induk, maka di PTM ll akan diberlakukan jam Operasi.

" Dengan dijadikannya terminal lingkar sebagai pasar induk tentu saja tidak akan ada lagi pedagang pasar pagi yang buka lapak di PTM. Bahkan nantinya setelah semua persiapan untuk pasar induk selesai PTM hanya akan di buka mulai pukul 09.00 wib - 18.00 wib," katanya.

Ridho menuturkan jika saat ini meski semua fasilitas sarana dan prasarana untuk lancarnya proses jual beli sudah disiapkan tetapi masih banyak hal yang harus dibenahi guna kenyamanan dan keamanan pelaku ekonomi di pasar induk tersebut.

"Pemindahan pedagang ini kan mendadak, jadi tentu saja masih banyak hal yang harus di perhatikan dan di persiapkan, seperti lampu penerangan dan keamanan.Tapi untuk lampu jalan sudah mulai dilakukan perbaikan dan penambahan, namun untuk sempurna mungkin akan memakan waktu dan untuk keamanan kita akan bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk berjaga di titik yang dianggap rawan," jelasnya.

Sementara terkait tidak adanya parkir di terminal lingkar yang berdampak kurang leluasanya pembeli, Ridho berjanji pengaturan untuk lahan parkirakan menambahkan petugas jaga serta akan masang portal yang bertugas mengatur keluar masuknya kendaraan sehingga baik pedagang dan pembeli merasa aman saat berbelanja.(FAP)
Share:

Ditinggal Pergi Ke Kebun, Rumah Panggung di Penyandingan OKU Selatan Ludes Terbakar


OKU Selatan, Merdekasumsel.com – Kebakaran yang menghanguskan rumah panggung kayu kembali terjadi di Kabupaten OKU Selatan, rabu (27/5/2020).

Kali ini rumah A Seran Bin Suhak warga Desa Penyandingan Kecamatan Muaradua Kisam Kabupaten OKU Selatan, hangus dilalap si jago merah hanya dalam hitungan menit.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun dugaan sementara api menghanguskan rumah diduga akibat korsleting arus listrik.

Saat peristiwa kebakaran sendiri rumah dalam keadaan ditinggal sang pemilik bersama keluarga pergi ke kebun lantaran untuk memanen kopi.

Peristiwa menghebohkan masyarakat tersebut terjadi di siang bolong atau sekitar pukul 12.30.
Bahkan warga turut datang berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya, namun akibat kobaran api yang sudah membesar dan kayu yang kering membuat api sulit dipadamkan.

"Kebakaran sangat cepat dan api sangat besar, kami masyarakat telah mencoba memadamkan api tapi api sangat besar sehingga tak bisa dipadamkan dan menghanguskan rumah," ungkap satu diantara warga dibincangi di lokasi.

Warga mengatakan api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam kemudian dengan memakai alat seadanya dan menghanguskan bangunan tanpa bantuan petugas pemadam kebakaran.

"Rumah sudah hangus terbakar seluruhnya baru bisa dipadamkan, alhamdulilah tidak ada korban dalam kebakaran itu," katanya seraya mengatakan saat kebakaran pemilik rumah sedang ke kebun.

Terpisah Camat Muaradua Kisam, Dirman membenarkan musibah kebakaran di Desa Penyandingan tersebut.

"Semua harta benda tidak ada yang dapat diselamatkan, yakni 2 unit sepeda motor, 1 unit mesin giling kopi, dan termasuk beras hangus semua. Untung tidak ada korban jiwa,"ujar Camat Muaradua Kisam Dirman, kepada Merdekasumsel.com. (PAN)
Share: