Aden Tamrin : Prabumulih Zero Kasus Covid 19 Masyarakat Harus Terbiasa Dengan Protokol Kesehatan

Kota Prabumulih telah menerapkan New Normal, masyarakat harus terbiasa menerapkan protokol kesehatan jika tidak...

Sempat Viral Suruh Pukul Wartawan dan LSM, Camat Buay Sandang Aji Akhirnya Meminta Maaf

Camat BSA meminta maaf setelah suruh pukul dihadapan puluhan wartawan dan LSM, ini lengkapnya...

Kadisnaker : Meski New Normal Pelatihan Kerja Ditunda, Anggaran Dana Dipangkas Hingga 65 Persen

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkot Prabumulih yang harus tetap menunda seluruh kegiatan pelatihannya, ada apa....

Hampir Dua Bulan, Insentif Petugas Pemakam Jenazah Covid-19 Belum Dibayarkan


Prabumulih, Merdekasumsel.com -- Petugas pemakaman penanganan pasien covid 19 di kota Prabumulih mengeluh lantaran sudah hampir dua bulan insentif tak kunjung keluar atau belum dibayarkan.

Menurut informasi yang didapat, ada sebanyak delapan petugas pemakaman jenazah Covid 19 di kota Prabumulih dan ada dua diantaranya adalah petugas perempuan.

"Kita petugas pemakaman jenazah covid 19 sudah sebulan lebih belum mendapatkan gaji, biasanya tidak pernah nyangkut tapi sekarang justru belum dibayar hampir dua bulan," ungkap Indra satu diantara petugas pemakam jenazah ketika diwawancarai, Senin (13/7/2020).

Indra mengatakan, pihaknya mempertanyakan itu lantaran tidak ada pekerjaan lain selain sebagai petugas pemakaman sehingga kehidupan keluarga bergantung ke gaji bulanan tersebut.

"Gajinya memang kalau bagi orang lain kecil tapi bagi kami sangat berarti untuk makan dan keperluan sehari-hari. Bahkan sampai anak saya putus sekolah karena belum bayar uang daftar ulang, nunggu gaji belum kami terima," ujarnya.

Lebih lanjut Indra menuturkan, apa yang dikerjakan pihaknya memang sudah biasa namun ditengah wabah virus corona menjadi sangat beresiko lantaran khawatir tertular. "Mestinya dengan resiko yang tinggi itu harus diiringi dengan gaji yang lancar dibayarkan, jangan malah nyangkut seperti ini," tuturnya.

Para petugas pemakaman jenazah covid 19 sendiri sudah sempat menanyakan kendala lambannya gaji dibayarkan tersebut namun hanya mendapat jawaban jika masih dalam proses dan belum ditandatangani oleh Walikota.

"Masa sebulan setengah untuk meminta tandatangan belum dapat-dapat, untuk itu kami berharap agar segera dibayarkan karena kami sulit untuk memenuhi kebutuhan kekuarga," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, dr Happy Tedjo ketika dikonfirmasi belum memberikan jawaban. Begitupun Sekretaris Dinkes, dr Sri Widianingsih juga tidak mengangkat telpon dan ketika dikirim pesan Whatsapp tidak memberikan jawaban.

Sementara itu, Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE ketika diwawancarai mengakui terkait adanya keterlambatan dalam pembayaran intensif atau gaji petugas medis dan pihaknya telah melakukan rapat dengan pemerintah kota Prabumulih.

"Terkait pembayaran intensif atau gaji tenaga medis kita telah melakukan rapat dan meminta agar sesegera mungkin membayarkan," ujarnya.

Disinggung apakah gaji dan insentif akan dimasukkan di APBD Perubahan, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, jika pembayaran akan segera dilakukan dan telah disampaikan ke Pemkot Prabumulih. "Kemarin sudah dianggarkan dan ketika ada rapat dengan TAPD kemarin kita sampaikan lagi, ada Sekda dan ada kepala dinas," pungkasnya. (FAP)

Share:

Galang Dukungan Untuk Tumbangkan Incumbent, Eddy Yusuf Roadshow Seluruh Kecamatan



OKU, Merdekasumsel.com - Calon Bupati OKU H Eddy Yusuf SH MM memulai lawatannya dengan roadshow dan bersilaturahmi ke tokoh masyarakat dan pemuda di seluruh Kecamatan Kabupaten OKU.

Silaturahmi yang dimulai beberapa eaktu lalu itu dimulai dengan bersilaturahmi ke kediaman tokoh masyarakat di Kecamatan Peninjauan dan Kecamatan Sinar Peninjauan.

Dari pukul 08.00 pagi, Eddy Yusuf berangkat bersama Tim berkeliling dari desa ke desa dan kembali ke kediaman di kemelak menjelang magrib.

Dalam lawatan ke tokoh-tokoh Peninjauan dan Sinar Peninjauan, Eddy Yusuf menyampaikan keseriusan untuk kembali memimpin OKU pada Pilkada OKU 9 Desember mendatang.

Selain itu pria yang terkenal sebagai bapak pembangunan OKU itu juga menyampaikan program apabila terpilih sebagai Bupati OKU periode 2021-2024 mendatang, salah satunya adalah Cor Beton Lapis Aspal Jalan mulai dari Unit 1 sampai unit 16.

Silaturahmi dan roadshow dilakukan Eddy dan Hilman dilakukan untuk menggalang dukungan dalam menyaingi dan tujuan menumbangkan calon petahana atau incumbent.

Warga yang mendapat kunjungan dan silaturahmi itu sangat antusias menyambut kedatangan mantan Wakil Gubernur Sumsel itu.


Parto salah satu petani karet Desa Marga Bakti Kecamatan Sinar Peninjauan sangat antusias dan siap mengajak para petani karet untuk memberikan dukungannya pada Eddy Yusuf pada Pilkada OKU 9 Desember 2020 mendatang.

"Kami pengen perubahan, berharap pak Eddy terpilih kembali dan memimpin OKU, beliau sudah teruji dg mega proyeknya," ujar Parto.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya yang mengaku sejak beberapa tahun lalu Kabupaten OKU tidak ada program yang berarti dan bahkan seperti tenggelam dibanding kabupaten kota lainnya.

"Pembangunan tidak terdengar dan program juga tidak banyak, harapan kita kedepan dibawah kepemimpinan Pak Eddy Yusuf pembangunan banyak dan disegani kabupaten kota di Sumsel," kata warga tersebut. (PAN)
Share:

Kaki Nyangkut di Kawat Saat Kabur, Bandar Sabu Kelas Kakap OKU Selatan Dibekuk Polisi



OKU Selatan, Merdekasumsel.com - Setelah sempat berusaha melarikan diri, akhirnya diduga bandar narkoba jenis sabu meresahkan warga Simpang Sender Kabupaten OKU Selatan berhasil diringkus Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres OKU Selatan.

Tersangka yakni Abdul Hamid (32) warga kelurahan Simpang Sender Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT) Kabupaten OKU Selatan.

Saat dikepung polisi, Ia sempat berupaya melarikan diri dengan menjebol atap seng toilet rumahnya.

Hamid yang diduga merupakan Bandar kelas kakap yang beroperasi di wilayah Ranau tersebut berupaya meloloskan diri meski dikepung disertai tembakan peringatan.

Namun naas, Hamid terjatuh karena kaki tersandung dan menyangkut di kandang kawat tidak jauh dari lokasi penggerebekan hingga akhirnya berhasil dibekuk petugas.

"Saat melarikan diri dalam pengejaran kaki tersangka tersangkut dikawat dan terjatuh, hingga petugas langsung menyergap dan meringkus tersangka," terang Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap melalui Kasatres Narkoba Iptu Beni Okimu yang disampaikan Kanit Riksa Aipda Endri Hadri, Jumat (10/6/2020).

Selanjutnya saat digeledah dikediamannya petugas mengamankan barang bukti (BB) yang disimpan tersangka berupa 87 bungkus paket sabu dengan berat total 19.73 gram.

Ada juga alat pengkonsumsi sabu sebuah pirek dan bong serta dua unit handphone milik tersangka turut diamankan.

Dari barang bukti yang berhasil diamankan, menurut Kasat Res Narkoba Iptu Beni Okimu SH, jika pelaku masuk kategori diduga sebagai Bandar.

Pelaku akan dikenakan pasal 112 Junto UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 5 tahun kurungan penjara.

"Ancaman karena BB Narkotika sabu diatas 5 gram, paling singkat 5 tahun kurungan penjara," tegas Beni.(PAN)
Share:

Buka Warung Makan Nyambi Jual Sabu, Ibu-ibu Diringkus Satres Narkoba Polres OKU Selatan



OKU Selatan, Merdekasumsel.com - Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres OKU Selatan, lagi-lagi berhasil meringkus pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Kali ini pelaku adalah Rusmiati (42) warga desa Pulau Panggung Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan.

Wanita paruh baya yang bekerja sehari-hari membuka warung makan di rumahnya itu diringkus polisi karena diduga sambil alias nyambi mengedarkan narkoba.

Mirisnya lagi ketika penggeledahan oleh polwan ditemukan dua paket narkotika berjenis sabu di dalam bra dengan berat bruto 1,77 gram.

Selain itu juga saat penggeledahan ditemukan puluhan plastik bening untuk membungkus sabu, alat konsusmsi alias bong dan uang tunai diduga hasil transaksi penjualan.

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK melalui Kasatres Narkoba Iptu Beni Okimu SH membenarkan mengamankan seorang tersangka atas kepemilikan narkoba jenis sabu di sebuah warung makan itu.

"Tersangka ditangkap saat dilakukan penggeledahan oleh Polwan Anggota Sat Narkoba Polres OKU Selatan di sebuah warung makan di Desa Desa Pulau Panggung," ujar Beni, Kamis (9/7/2020)

Terpisah, tersangka Rusmiati (42) membantah dirinya pengedar namun hanya pemakai dan mengkonsumsi narkoba sejak dua bulan terkait untuk meningkatkan stamina saat menjalankan aktivitas berjualan di warung miliknya.

"Iya, saya simpan di dalam bra yang saya kenanakan. Sabu ini tidak saya edarkan, tapi untuk konsumsi sendiri," kata tersangka.

Selanjutnya Pelaku dan Barang Bukti tersebut di bawa ke Polres OKU Selatan untuk di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (PAN)
Share: