Assisten III Pemkot Prabumulih Tinjau Langsung Beberapa Titik Lokasi Banjir

Walikota Prabumulih melalui Asisten III bidang Pemerintahan Umum Setda Kota Prabumulih Drs. Amilton didampingi Kepala Dinas Kominfo Drs. Mulyadi Musa, M.Si meninjau langsung lokasi banjir. Senin 1/5/2023

Tokoh Pemuda Kritisi Pelaksanaan Festival Pacu Perahu di Tebo

Pelaksanaan Festival Pacu Perahu yang dilaksanakan di Danau Riak Tebakang, Desa Cermin Alam Kabupaten Tebo Provinsi Jambi pada 26-27 April 2023 lalu, menyisakan banyak kritikan.

Lantik Puluhan Pejabat, Sekda : Pejabat Dilantik Harus Bisa Mengemban Amanah Sebaiknya

sebanyak 25 pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih, khususnya eselon III dan eselon IV. Termasuk, lurah dan kasek dilantik ulang karena tidak hadir pada pelantikan sebelumnya.

Polisi Tangkap Warga Banyuasin, Kasus Meledaknya Sumur Minyak di Parung Sungai Lilin



Musi Banyuasin, Merdekasumsel.com - Polda Sumsel menetapkan dua orang tersangka dalam insiden ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi di lokasi pengeboran minyak ilegal di sungai dawas desa Parung kecamatan sungai lilin kabupaten Musi Banyuasin Jumat 27 juni 2024.


Ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi itu dipicu dari masyarakat yang turun ke sungai memeras minyak Yang meluap dari sumur minyak ilegal tersebut.


Dari catatan polisi akibat insiden itu ada 4 orang korban meninggal dunia dan 4 orang alami luka bakar serius.


Dari dua tersangka ini, pria berinisial TM 49 warga Talang Kelapa, Banyuasin berhasil diringkus personil gabungan unit Pidsus  soft es krim Polres Muba dan subdit Tipidter Dirkrimsus Polda Sumsel.


TM 49 ditangkap saat berada s di persembunyiannya di kelurahan Sukaraja kota Prabumulih pada Jumat 5 Juli 2024.


Sementara untuk satu tersangka yang kini masih dalam proses penyelidikan yakni AN belakangan diketahui merupakan penyewa lahan untuk aktivitas natural Flowing dan meluing.


"Saat masyarakat melakukan pemerasan di sepanjang sungai dawas, kejadian itu (meledak-red) bermula masyarakat itu sedang istirahat sehingga terjadi kebakaran yang merambat dari sungai ke lokasi sumur akibat kejadian tersebut 4 korban jiwa dan empat korban luka bakar," ucap kasubdit.


Tipidter Kompol Bayu Arya Sakti SH didampingi Kapolres Muba AKBP Imam Syafii SIK dan Kasat Reskrim AKP Bondan Try Hoetomo STK, Saat jumpa pers Rabu (09/07/2024).


Lebih lanjut, sejauh ini kepolisian memastikan kondisi dari lokasi sumur minyak yang meledak dan terbakar itu dalam kondisi padam sejak, Sabtu (06/07).


Sementara kerusakan lingkungan seperti sungai dawas sepanjang 5 km yang tercemar akibat aktivitas tersebut hingga kini tengah dalam upaya pemulihan yang dilakukan instansi terkait seperti SKK migas dan K3S.


Atas perbuatan tersangka TM (49) sangkakan dengan pasal berlapis mulai dari pasal 52 undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang migas bumi diubah dalam pasal 40 angka ke-7 undang-undang RI nomor 2 Tahun 2023 tentang cipta kerja. Terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 60 miliar.(Sri)

Share:

Kepemimpinan Muara Enim, Edwin Mauladi Dianggap Sebagai Solusi Nyata oleh Generasi Muda



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Survei politik terbaru dari Lembaga Indoprakarsa Network menunjukkan Edwin Mauladi, bakal calon Bupati Muara Enim, semakin populer di kalangan anak muda. 


Berdasarkan hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi, menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan Generasi Z.


Kedekatan emosional dan komitmen Edwin untuk membangun daerah menjadi alasan utama mengapa banyak yang berharap ia memimpin Bumi Serasan Sekundang selama lima tahun mendatang. 


Edwin yang digadang berpasangan dengan Ustad Syuryadi, juga mendapatkan dukungan besar, dengan lebih dari 35 persen anak muda memilih pasangan ini jika mereka maju pada Pilbup Muara Enim.


Tokoh Masyarakat Muara Enim, Amin Satra mengatakan, hasil survei tersebut sebagai indikasi anak muda di Muara Enim menginginkan perubahan yang signifikan dari situasi yang mereka rasakan saat ini. 


"Kepemimpinan yang jujur dan bersih dari korupsi seperti yang diusung oleh Edwin Mauladi dan Ustad Syuryadi sangat diharapkan. Mereka dinilai mampu memahami dan menyelesaikan permasalahan lokal," ujarnya saat dibincangi, Senin (8/7).


Dia mengatakan, dari sisi historis, Kabupaten Muara Enim telah dipimpin lebih dari enam orang yang berbeda selama lima tahun terakhir akibat permasalahan korupsi yang menimpa bupati terpilih. 


Kondisi itu membuat ketidakstabilan politik yang berujung kepada ketidakpastian kebijakan. "Tiap orang beda kebijakan. Pembangunan yang direncanakan pada Bupati A, tidak dilaksanakan ketika berganti oleh B. Nah, hal inilah yang membuat masyarakat khususnya mahasiswa dan kaum muda jengah dengan kondisi tersebut. Sehingga memunculkan sosok baru yang bersih dari berbagai kasus hukum," bebernya. 


Sejumlah nama Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim yang mencuat saat ini juga dinilai belum membawa 'barang dagangan' berupa visi misi yang jelas untuk dijajakan kepada masyarakat. Dia belum melihat sesuatu yang berbeda khususnya untuk visi dan misi Muara Enim kedepannya. "Menurut saya belum ada visi dan misi yang menonjol dari para calon ini," katanya.


Berbeda dengan Edwin Mauladi. Menurutnya, bacabup ini masih muda, berwawasan, serta visi dan misinya juga cukup baik. Karena itu, tak heran jika dari hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi ini dan menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan generasi Z.


"Program dan visi yang akan diusungnya ketika memimpin nanti sudah disiapkan dan diperkenalkan. Beda dengan kandidat lain yang belum menawarkan apapun kepada masyarakat," ucapnya. 


Menurutnya, visi Muara Enim Bersih yang diusung Edwin cukup mengena dengan situasi yang dialami masyarakat Bumi Serasan Sekundang saat ini. Sebagian besar masyarakat Muara Enim saat ini sudah merasakan kondisi perubahan iklim maupun dampak dari maraknya industri pertambangan maupun perkebunan . 


"Banjir besar serta tanah longsor beberapa waktu lalu membuat masyarakat Muara Enim menderita. Solusinya butuh kebijakan yang berorientasi terhadap kelestarian lingkungan untuk mencegah bencana lebih besar melanda. dan sosok Edwin cukup mengerti akan hal itu dilihat dari latar belakangnya," terangnya. 


Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal Muara Enim Adi Riansyah  mengatakan, tagline 'Muara Enim BERSIH' yang diperkenalkan Edwin sangat menginspirasi, karena mengedepankan nilai-nilai agama dan komitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan.


"Muara Enim saat ini butuh itu. Bersih dari berbagai pratik korupsi, bersih dari dampak buruk kerusakan lingkungan sehingga menjadikan wilayah serta masyarakatnya sejahtera," ungkapnya mahasiswa Jurusan MPI, UIN Sunan Gunung Jati Bandung. 


Pria kelahiran Desa Datar Lebar Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) ini menyebut, sebagai seorang mahasiswa, pemerintahan saat ini perlu dilakukan perbaikan dan pembaharuan. Sehingga, arah pembangunan yang dilakukan menjadi lebih jelas sesuai dengan tujuan. 


Namun, perbaikan dan pembaharuan ini tidak bisa terlaksana apabila orang yang memimpin Muara Enim kedepannya masih orang-orang lama dengan pola pikir serta metode kepemimpinan yang konvensional.  


"Terlebih lagi calon pemimpin yang tersandera kasus hukum. Bagaimana kedepannya dia bisa fokus memimpin jika masih dibayangi kasus hukum tersebut. Untuk itu, kita butuh pemimpin yang transparan dan memiliki visi yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (ril/05)

Share:

Pertamina EP Prabumulih Field Turut Serta dalam Penanganan Stunting di Kota Prabumulih


Prabumulih , Merdekasumsel.com — PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field memperkuat komitmen dan memperluas intervensi dalam mempercepat penurunan angka kasus stunting di wilayah Kota Prabumulih dengan memberikan bantuan 240 kotak susu formula, untuk 8 anak Stunting di 4 Kelurahan di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, 11 Juni 2024.



Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wanita Patra (PWP), yang secara simbolis diserahkan oleh Ketua PWP Zona 4, Titik Djudjuanto, dan diterima langsung oleh kepala Puskesmas Prabumulih Barat, Wallia illana, di Gedung Patra Ria, pada Selasa (11/6).

 


Program ini seiring dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah kota Prabumulih yang menginstruksikan percepatan penurunan angka stunting dengan target pada tahun 2024 ini  mencapai 100 persen, sehingga pemerintah kota Prabumulih juga terpacu untuk menanggulangi dan mencegah stunting melalui berbagai program. Pada tahun 2023 Senior Manager PEP Prabumulih Field, mendapat penghargaan sebagai, Bapak Asuh Stunting dari Walikota Prabumulih, menjadi pemicu kami memperkuat komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Prabumulih.


 

Senior Manager PEP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menyebutkan Kota Prabumulih sebagai lokasi percontohan untuk penanganan stunting dengan menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat, PEP Prabumulih Field juga memberikan dukungan penuh dengan bekerja sama terhadap Puskesmas Prabumulih Barat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan angka stunting guna mencapai target bersama dalam menekan prevalensi stunting di Kota Prabumulih.


 

“Melalui kerja sama dengan Puskesmas Prabumulih Barat dan Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, kami optimis presentase angka stunting akan semakin menurun, sejalan dengan penangganan Stunting yang mengimplementasikan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para penerima manfaat," ungkap Luthfi Ferdiansyah.

 


Kepala Puskesmas Prabumulih Barat, Wallia Illana, mengucapkan rasa syukur atas strategi dan partisipasi aktif dari berbagai sektor, khususnya PEP Prabumulih Field sejak 4 Tahun terahir, angka stunting di prabumulih mengalami penurunan sejak tahun 2021 dengan jumlah kasus 55 orang anak, tahun 2022 turun dengan jumlah kasus 24 orang anak, tahun 2023 menjadi 13 orang anak, dan tahun 2024 kembali turun menjadi 8 orang anak, angka stunting di Kota Prabumulih berhasil turun secara konsisten yakni 14,61 persen pada 2023.


 

Program penanganan stunting ini telah mendukung pencapaian dari tujuan pembangunan berkelanjutan/SDGs yakni tujuan 3 kesehatan yang baik dan Kesejahteraan, tujuan 10 mengurangi ketimpangan, dan tujuan 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan. (Ril/FAP)

Share:

Ponpes Al Ittifaqiah Kuripan Wisuda 64 Santri


TIGA DIHAJI, Merdekasumsel.com  – Pondok pesantren (Ponpes) Al Ittifaqiah Indralaya Kampus Kuripan, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, kembali mewisuda 64 santri/ti Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah yang dinyatakan lulus pada program pondok tahun pelajaran 2023-2024. Secara bersamaan juga diwisuda 26 santri/ti tahfish Al-Quran 1-8 juz.



Wisuda dilakukan oleh Direktur Ponpes Al Itifaqiah Ilhamudin Mhum yang disaksikan langsung oleh Mudir Al Ittifaqiah KH Drs Mudrik Qori MA, Ketua Yayasan KH Joni Rusli Spd, Kabag Kesra OKU Selatan Rusnawi, Wakapolres OKU Selatan AKBP Hardan HS, para Pimpinan Ponpes dan para wali santri.



Pada kesempatan itu, Mudir KH Mudrik Qori juga memberikan penghargaan dan uang pembinaan kepada salah seorang santriwati terbaik tahfish Al Quran 8 juz yakni Syfa Aulia binti Muhtadin. Juga diberikan penghargaan serupa kepada santriwati favorit, Novitri binti Suherman. Acara Haplah dan HUT ke-4 yang berlangsung Senin (24/6) kemarin, di Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya Kampus Kuripan ini, cukup meriah dengan adanya berbagai macam suguhan hiburan kesenian dan kebudayaan hingga malam hari.



Direktur Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya Kampus Kuripan, Ilhamudin Mhum pada kesempatan itu menyampaikan rasa bersyukur atas keberhasilan yang telah dicapai para santri/ti sehingga dapat lulus dengan hasil yang cukup membanggakan. Pada usianya yang ke-4 tahun ini, pihaknya telah berhasil mengoptimalkan akreditasi untuk Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Al Ittifaqiah dengan membuahkan hasil mendapat nilai B.



‘’Ini menjadi nilai awal bagi kami yang sangat membanggakan, karena nilai B bagi kami Madrasah yang baru adalah nilai yang sangat tinggi,’’ ujarnya.



Menurutnya, dengan telah diraihnya nilai B ini tentunya akan menjadi motivasi untuk terus berbenah dan berikhtiar lebih maksimal agar dapat mencapai nilai lebih tinggi lagi.



Lebih lanjut dikatakan Ilhamudin, dalam masa setahun terakhir pihaknya juga terus berupaya untuk menyempurnakan berbagai sarana dan prasarana penunjang yang ada di lingkungan ponpes. Hal ini tentunya demi untuk membuat para santri/ti agar dapat nyaman dan sehat tinggal di Ponpes sesuai dengan standar pendidikan nasional. 



‘’Menuju tahun ke-5 kita memprogramkan untuk menjadikan Ponpes hijau, bersih, nyaman dan sehat,’’ tambahnya.



Disisi lain Ilhamudin menjelaskan, dalam rangka menunjang ekonomi ponpes kedepan pihaknya juga telah mempunyai usaha penanaman jagung dan ternak kambing, yang merupakan juga program ketahanan pangan dari pemerintahan desa Kuripan 2. ‘’Terima kasih kami ucapkan kepada pemerintahan desa Kuripan 2 yang telah berkontribusi untuk Ponpes Al Ittifaqiah,’’ imbuhnya.



Gunting Pita

Haplah tahun ini juga ditandai dengan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya pembangunan ruang tunggu tamu dan wali santri oleh Mudir KH Drs Mudrik Qori MA. Diharapkan untuk kedepannya akan terus dibangun fasilitas pendukung lainnya demi untuk kemajuan Ponpes Al Ittifaqiah Kampus Kuripan.



Pada kesempatan itu Mudir KH Drs Mudrik Qori MA juga mengapresiasi kerberhasilan dan berbagai prestasi yang telah dicapai oleh Al Ittifaqiah Kampus Kuripan. ‘’Keberhasilan ini diharapkan akan menjadikan Ponpes Al Ittifaqiah ini menjadi salah satu ponpes yang maju dan unggul tidak hanya ditingkat kabupaten, akan tetapi tingga dunia,’’ harapnya.



Apresiasi juga disampaikan KH Mudrik kepada para pejabat OKU Selatan, Kepala Desa se-Kecamatan Tiga Dihaji dan tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh demi keberhasilan Al Ittifaqiah.



Sementara itu, Bupati OKU Selatan diwakili Kabag Kesra Ruswani berpesan kepada suluruh santri agar dapat mewarnai lingkungan masyarakat dengan semangat yang tingga untuk menjadi contoh, panutan dan manfaat bagi masyarakat di lingkungannya. ‘’Ilmu agama, ilmu adab dan tata krama yang kalian dapatkan selama menjalani pendidikan di ponpes ini hendaknya dapat diterankan dan menjadi contoh di masyarakat umum,’’ pintanya.(Ril/FAP)

Share:

PT Pertamina EP Limau Field Tingkatkan Produksi Migas Melalui Inovasi Berbasis Teknologi

 



Prabumulih, Merdekasumsel.com – Dalam memenuhi target produksi migas nasional 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2030, PT Pertamina EP (PEP) Limau Field yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, melakukan inovasi berbasis teknologi melalui peningkatan produksi minyak dan gas di wilayah kerja PEP Limau Field dengan program CRYSTAL “Critical Analiytics Artificial Lift”. 



Basis teknologi yang kian berkembang saat ini, PEP Limau Field upayakan digitalisasi mendukung industrial 4.0 dalam pelaksanaan kegiatan operasi.


 

Senior Manager Limau Field, Dadang Soewargono, menyatakan bahwa mendukung program-program inovasi dengan pendekatan teknologi di lingkungan PEP Limau Field. Inovasi yang ada telah menciptakan keberhasilan dan efektivitas dalam perusahaan terutama untuk menjaga kualitas produksi migas dalam tingkatan yang baik. 



“Kami mendukung para pekerja dalam semangatnya menggerakkan inovasi sebagai bagian dari percepatan peningkatan produksi dan efisiensi dalam menyikapi kondisi bisnis yang kompleks,” kata Dadang.


 

Inovasi ini telah terbukti memberikan nilai manfaat pada PHR Regional Sumatera, inovasi digitalisasi yang diangkat pun sejalan dengan visi misi perusahaan untuk menjadi World Class Energy Company. PEP Limau Field sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) SKK Migas di wilayah Sumbagsel dituntut juga dalam melaksanakan tanggung jawab untuk kelancaran dan pemenuhan kebutuhan minyak dan gas nasional. 



Tercatat lifting migas hingga mei 2024 mencapai angka sebesar 3.478 barel minyak per hari/BOPD dan 8.74 juta standar kaki kubik per hari/MMSCFD, dengan sumur produksi minyak dan gas aktif sebanyak 112 sumur untuk pemenuhan cadangan minyak nasional. (Ril/FAP)

 

Share: