Kementerian ATR/BPN Investigasi Polemik Sertipikat HGB di Lokasi Pagar Laut

Kementerian ATR/BPN tengah melakukan investigasi terkait pagar laut di di Kabupaten Tangerang, Banten

Diduga Terlilit Hutang, Karyawan Depot Air Isi Ulang Ditemukan Tewas Gantung Diri

seorang pria diketahui merupakan pegawai depot air minum isi ulang ditemukan tewas gantung diri di depot tempatnya bekerja.

Hendak Edarkan Sabu, Lendra Diringkus Tim Opnal Narkoba Polres Prabumulih

Satres Narkoba Polres Prabumulih meringkus Lendra (31), warga Desa Jambu Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim.

Tampilkan postingan dengan label RIAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RIAU. Tampilkan semua postingan

Bina Jajaran Kanwil BPN Provinsi Riau, Menteri Nusron Tegaskan agar Penyelesaian HGU dan Pemetaan Tanah Jadi Prioritas

 

(Ist)


Pekanbaru, Merdekasumsel.com —  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya percepatan penataan dan pemetaan pertanahan di Provinsi Riau. Pesan ini ia sampaikan dalam pembinaan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Riau pada Kamis (24/04/2025).


“Saya ditugaskan oleh Pak Presiden Prabowo untuk melakukan penataan Hak Guna Usaha (HGU) dengan prinsip pemerataan, keadilan, dan kesinambungan ekonomi,” ujar Menteri Nusron.


Berdasarkan Surat Edaran Sekjen Kementerian ATR/BPN No. 9/SE.HT.01/VII/2024 tanggal 12 Juli 2024, di Provinsi Riau terdapat 126 perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP), namun belum memiliki HGU. 



Menteri Nusron mengimbau jajaran Kanwil BPN Provinsi Riau untuk segera mengkategorikan berdasarkan letaknya, di dalam atau di luar kawasan hutan. 


“Dilakukan identifikasi dari 126 itu yang HGU-nya terbit lebih dulu daripada peta kawasan hutan mana saja. Mana yang HGU-nya terbit setelah ditetapkan kawasan hutan. Terkait MoU dengan Kementerian Kehutanan, jika HGU lebih dahulu terbit daripada penetapan kawasan hutan maka HGU itu yang akan menang,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN.


Selain persoalan HGU, Menteri Nusron menyoroti pentingnya percepatan pendaftaran tanah. Di Provinsi Riau sendiri, estimasi bidang tanah sebanyak 3,531 juta bidang, dengan capaian total bidang tanah terdaftar 2,152 juta atau sebanyak 60,93%.


“Minta tolong juga dipetakan ini, masih sisa 1,4 juta bidang tanah yang masih berpotensi untuk diurus, berarti sisa 39% dari 3,531 juta bidang tanah,” jelas Menteri Nusron.


Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, Nurhadi Putra, dalam paparannya menjelaskan, 126 perusahaan ber-IUP yang belum memiliki HGU ini, telah ditindaklanjuti oleh Kanwil BPN Provinsi Riau. 


"Setelah diverifikasi, saat ini 56 telah terbit Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB); 13 belum mengajukan HGB; 10 telah terbit Sertipikat Hak Guna Usaha (SHGU); 25 dalam proses HGU; 19 belum mengajukan HGU; dan 3 tidak ada data," ungkap Nurhadi Putra. 


Dalam kunjungan ini, Menteri Nusron didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Harison Mocodompis berserta jajaran. Pada pembinaan tersebut, hadir para Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Riau.(Ril/FAP)






Sumber : Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional. (BPN Prabumulih)


Share:

Pertamina Drilling Berikan Pelatihan Pemasaran Produk Lidi Sawit di Desa Bangko Permata

 


RIAU, Merdekasumsel.com —  PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) afiliasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina menggandeng platform digital bidang manajemen usaha wastra dan kerajinan/kriya Krealogi oleh Du Anyam menyelenggarakan pelatihan pemasaran produk kriya dan workshop pengembangan produk lidi bersama expert kepada 30 peserta perempuan di Desa Bangko Permata, Kec. Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 



Program CID Pertamina Drilling Services Indonesia ini bertujuan untuk menyediakan pelatihan pemasaran produk kriya dan workshop pengembangan produk lidi kepada perempuan di Desa Bangko Permata dalam rangka memanfaatkan potensi lidi sawit yang melimpah di daerahnya untuk dapat menambah penghasilan bagi keluarga.



Meddenia Ayu Wulandari Yuliastuti, Manager Communication Relation and CID Pertamina Drilling menyampaikan, “Tidak lupa saya ucapkan selamat kepada 30 peserta yang terpilih untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini, semoga dengan adanya pelatihan dan workshop ini peserta dapat meningkatkan pengetahuan terkait pemasaran produk kriya dan kemampuan menganyam peserta, dan juga dapat memaksimalkan dukungan peralatan serut yang pernah diberikan,” ujarnya. 



Kasi Pemerintahan Kecamatan Bangko Pusako Adlin Fahlevi menyambut baik program Pertamina Drilling di wilayahnya, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, harapannya semoga ada keberlanjutan, karena sangat dibutuhkan pendampingan ini, sampai produk yang sudah dibuat menjadi terkenal, ibu-ibu bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya terutama terkait bagaimana cara memasarkan produk”.



Pendampingan ini dilaksanakan di Kantor Balai Desa Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ada 2 sesi fokus pelatihan, materi pertama yaitu “Membuat Produk Sesuai Kebutuhan Pasar dan Pemasaran Produk Kerajinan” untuk memberikan pengetahuan pemasaran dan desain produk kriya. Dilanjutkan dengan Workshop Pembuatan Produk Kerajinan Lidi oleh perajin ahli yang menjual produk kerajinan lidi sawit dari Siak. 



Fatimah Zahrah ketua kelompok usaha Permata Sinar Berkarya sebagai salah satu peserta mengungkapkan, “Materi pertama sangat menarik, saya jadi lebih paham ternyata penting memahami hubungan dengan desain pasar, bagaimana cara membuat gambar teknis atau sketsa sebelum membuat produk, memahami dan kenal siapa pembeli kita sebelum kita memasarkan produk”.



“30 Peserta sangat aktif dan semangat mencontoh dan mempraktikkan cara menganyam lidi menjadi piring lidi sawit, di akhir ada 9 peserta yang sudah berhasil membuat piring lidi, kedepannya sangat memungkinkan sekali untuk bermitra juga dengan rekan-rekan disini, agar piring lidi hasil kelompok Permata Sinar Berkarya dan Karya Sinar Permata di Desa Bangko Pusako bisa juga dipasarkan di siak,” seperti diungkapkan  Leni, perajin ahli dari Siak.



Ucapan terimakasih dan apresiasi juga diberikan oleh Kepala desa Bangko Pusako  Jun kepada Pertamina Drilling, “perempuan di Desa Bangko Pusako dapat produktif dan termotivasi untuk mengembangkan usahanya, saya berharap semoga pendampingan ini dapat terus dilanjutkan dan diberikan agar Desa Bangko Pusako semakin maju terutama di sektor perekonomian yang mendukung perempuan”. (Ril/FAP)


Share: