Hari Kesaktian Pancasila: BRI Prabumulih Tegaskan Komitmen Penguatan Ekonomi Kerakyatan


Prabumulih, Merdekasumsel.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Prabumulih menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor cabang Prabumulih, Kamis (1/10/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen perseroan dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi global.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Branch Office Head BRI Prabumulih RP Rafi Rafsanjani selaku inspektur upacara. Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".

Saat membacakan amanat tertulis Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Rafi menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diaktualisasikan sebagai pegangan utama dalam bekerja dan melayani seluruh lapisan masyarakat. Semangat keadilan sosial dinilai sejalan dengan peran BRI sebagai bank yang berfokus pada rakyat kecil.

"Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju," ujar Rafi.

* Kontribusi sektor UMKM

Sebagai implementasi nilai Pancasila dalam aspek ekonomi, perseroan mencatatkan penyaluran kredit sektor UMKM sebesar Rp 1.235,4 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut merepresentasikan 75,1 persen dari total portofolio kredit BRI. Selain itu, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga telah menjangkau lebih dari 2 juta pelaku usaha.

Hingga pertengahan tahun ini, BRI mengelola dana masyarakat (dana pihak ketiga) mencapai Rp 1.580 triliun. Di sektor digitalisasi dan aksesibilitas, pengguna aplikasi BRImo kini telah menembus 49,7 juta orang. Sementara untuk sektor papan, perseroan telah menyalurkan KPR Bersubsidi kepada lebih dari 134.000 keluarga.

Guna memperluas jangkauan ke wilayah pelosok, perseroan mengoptimalkan peran penunjang melalui kehadiran lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di 60.000 desa. Penguatan ekosistem ekonomi perdesaan ini juga didukung oleh pembentukan 43.000 klaster usaha serta pembinaan 5.700 Desa BRILiaN.

* Menjawab tantangan modern

Di tengah pesatnya arus informasi, industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan eksternal seperti maraknya judi online, pinjaman ilegal, hingga penyebaran berita bohong (hoax). Menyikapi fenomena ini, manajemen BRI menginstruksikan seluruh karyawannya untuk menjaga integritas, bekerja jujur, dan memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.

Rafi mengingatkan kembali misi historis pendirian BRI di Purwokerto pada tahun 1895, yaitu membebaskan masyarakat dari jerat rentenir dan membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

"Melalui peringatan ini, mari kita terus menunjukkan kinerja maksimal. Ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari," kata Rafi memungkasi amanat tertulis tersebut.(Ven)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar