Ketua DPRD Prabumulih Minta Dinas Perdagangan Koordinasi APH Tindak Tegas Rokok Ilegal

 


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Maraknya peredaran rokok ilegal di kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, mendapat perhatian serius Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi. Politisi partai Demokrat itu mengaku prihatin dengan banyaknya peredaran rokok ilegal yang tanpa pita cukai yang jelas-jelas merugikan negara karena tidak membayar pajak tersebut.

"Kita prihatin, dan ini harus ditindak tegas oleh aparat dan pemerintah. Apalagi rokok ilegal tidak membayar pajak karena tidak ada cukai, tentu merugikan negara karena tidak ada pemasukan pajak untuk negara dan daerah," tegas Ketua DPRD Prabumulih H Deni Victoria kepada wartawan.

Deni menegaskan dirinya meminta dinas perdagangan bersama pihak-pihak terkait seperti Satpol PP dan aparat penegak hukum untuk melakukan razia karena rokok ilegal jelas merugikan. "Dinas perdagangan harus turun, berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jika perlu mengandeng pihak bea cukai untuk merazia dan menertibkan," tegasnya.

Lebih lanjut suami Hj Leni Kartika SE MSi ini mengatakan DPRD Prabumulih mengukung pemerintah dalam penindakan tegas peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat. Selain itu, Deni juga mengatakan pentingnya edukasi di tengah masyarakat akan bahaya mengkonsumsi rokok ilegal dan kesadaran semua pihak untuk menekan peredaran rokok tersebut. "Karena kita tidak tau bahan apa yang dicampur di tembakaunya dan perlunya kesadaran akan pentingnya sesuatu yang legal apalagi dapat memberi pemasukan untuk negara. Kalau masyarakat tidak membeli otomatis penjualan mereka berkurang dan peredaran berkurang," tuturnya.

Lebih lanjut peraih suara tertinggi di pileg 2024 di kota Prabumulih ini mengharapkan koordinasi dan sinergitas yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat dan aparat penegak hukum sehingga peredaran rokok ilegal di kota Prabumulih dapat berkurang.


Untuk diketahui, peredaran rokok ilegal di kota Prabumulih diketahui marak setelah adanya kasus dugaan KDRT oleh seorang suami diduga bersama selingkuhannya kepada istrinya. Usai kasus itu viral, beredar kabar jika pelaku merupakan bos rokok ilegal di kota Prabumulih dengan omset miliaran.

Banyak masyarakat dan netizen menyebut jika hal itulah yang membuat pelaku dugaan KDRT itu tidak tersentuh, lantaran ada oknum-oknum diduga dibawah kendali bos rokok ilegal tersebut. Sementara pantauan di lapangan, hampir semua warung di kota Prabumulih menjual rokok-rokok ilegal tanpa cukai. Rokok-rokok ilegal tersebut memang dijual lebih murah dari rokok yang memiliki lebel pita cukai. Perbandingannya, jika disetarakan harga satu rokok legal atau bercukai setara dengan dua bahkan tiga rokok ilegal.(BR)

Share:

Harmonis dengan Daerah Tetangga, Sekda Prabumulih Hadiri HUT PALI ke 13

  


PALI, Merdekasumsel.com - Wali Kota Prabumulih H Arlan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, H Elman ST MM menghadiri secara langsung Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-13 Kabupaten PALI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten PALI tersebut berjalan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, serta dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru SH MM bersama jajaran pejabat daerah lainnya, Rabu (22/4/2026).
Kehadiran Sekretaris Daerah Kota Prabumulih dalam forum legislatif tertinggi di Kabupaten PALI ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus representasi komitmen Pemerintah Kota Prabumulih dalam menjalin dan memperkuat hubungan kerja sama yang harmonis dengan daerah tetangga. Kabupaten PALI sebagai wilayah yang berbatasan langsung memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan pembangunan kawasan di Sumatera Selatan.
Rapat Paripurna dalam rangka hari jadi ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten PALI untuk memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama satu tahun terakhir. Selain itu, disampaikan pula evaluasi kinerja pemerintah daerah serta arah kebijakan dan visi pembangunan ke depan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Dalam suasana yang penuh khidmat, seluruh tamu undangan yang hadir turut menyimak rangkaian acara yang sarat makna tersebut. Momentum peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan pembangunan Kabupaten PALI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Kehadiran para kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota legislatif, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan semakin menegaskan pentingnya kebersamaan dan koordinasi lintas wilayah dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan.(BR)
Share:

Lantik GOW Prabumulih, H Arlan Berharap Wanita Berkontribusi Bangun Daerah

 


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Organisasi wanita yang terhimpun dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Prabumulih diharapkan tidak hanya sekedar perkumpulan semata namun dapat berperan aktif dan turut membantu pemerintah kota Prabumulih dalam mensukseskan pembangunan.

Hal itu diungkapkan Walikota Prabumulih H Arlan saat melantik dan mengukuhkan Ketua serta Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Prabumulih periode 2025-2030 di hall 1 Siang Malam Prabumulih, pada Rabu (22/4/2026). Dalam kesempatan itu, Nuning Mulya Franky yang merupakan istri Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM secara resmi dilantik menjadi Ketua GOW kota Prabumulih periode 2025-2030.

"Kami ucapkan kepada ibu Nuning Mulya Franky dan jajaran telah dilantik, semoga kedepan makin sukses dan harapan kami GOW dapat bersama-sama berkontribusi dalam membangun daerah," ungkap Walikota Prabumulih.

Pria akrab disapa Cak Arlan itu menuturkan GOW merupakan perhimpunan dan wadah berbagai organisasi wanita di kota Prabumulih, tercatat ada sebanyak 30 organisasi wanita yang dihimpun dalam organisasi ini. "Dengan adanya GOW ini diharap dapat menyalurkan aspirasi perjuangan hak perempuan, dapat meningkatkan peran dan kualitas perempuan dalam pembangunan," katanya.

Selain itu kehadiran GOW juga diharap dapat meningkatkan kualitas wawasan dan peran perempuan sebagai mitra sejajar dalam pembangunan, sebagai wadah aspirasi yang menghimpun organisasi-organisasi wanita dan menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

"Menggabungkan banyak organisasi dalam satu wadah bukanlah pekerjaan mudah, akan banyak tantangan dan dilema organisasi yang akan dihadapi. Untuk itu sebagai walikota saya berharap pengurus GOW Prabumulih dapat bekerjasama, solid dan menjaga kekompakan selalu sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dan hasilnya bisa dirasakan," tambahnya seraya berharap fokus pemberdayaan perempuan harus utama.


Sementara itu, Ketua GOW Prabumulih Nuning Mulya Franky mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan visi misi pemerintah yakni Prabumulih MAS. "Saya mengajak segenap organisasi yang tergabung dalam GOW Prabumulih agar terus menerus menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik serta harmonis demi terwujudnya program dan cita-cita sesuai visi misi GOW Prabumulih," ujarnya.

Nuning Mulya berharap kehadiran GOW Prabumulih diharap dapat turut membantu menuntaskan berbagai program pembangunan daerah kota Prabumulih. "GOW Prabumulih akan mengambil peran dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya meningkatkan peran wanita dalam mensejahterakan keluarga," tuturnya.

Dalam pelantikan itu turut dihadiri para pejabat Forkopimda kota Prabumulih, para asisten dan kepala OPD di lingkungan pemerintah kota Prabumulih serta tamu undangan lainnya.(BR)

Share:

Walikota Prabumulih Ajak Lembaga Adat Bersinergi Dukung Pemerintah

 



Prabumulih, Merdekasumsel.com - Pemerintah Kota Prabumulih menerima audiensi sekaligus silaturahmi dari Lembaga Adat Kota Prabumulih yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Prabumulih dihadiri langsung oleh Wali Kota Prabumulih H Arlan, Rabu (22/4/2026).

Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka menyampaikan secara resmi telah dilantiknya kepengurusan baru Lembaga Adat Kota Prabumulih. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk membahas diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Nomor 2 Bulan Januari Tahun 2026, khususnya terkait peran serta lembaga adat dalam mendukung penegakan hukum dan menjaga kearifan lokal.
Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota Prabumulih H Arlan menyambut baik kehadiran jajaran pengurus Lembaga Adat dan menyampaikan apresiasi atas komitmen lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat. Wali Kota juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menciptakan stabilitas sosial serta mendukung implementasi regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Kota Prabumulih, M R Herwadi ST MM menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan hukum di masyarakat. Mereka juga menegaskan kesiapan lembaga adat untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah, termasuk dalam mensosialisasikan ketentuan KUHAP yang baru kepada masyarakat.
Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Prabumulih dan Lembaga Adat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang harmonis, berlandaskan hukum, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya lokal.(BR)
Share:

Ketua DPRD Prabumulih Ikuti Retret Bersama Seluruh Ketua DPRD Se Indonesia


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). 

Kegiatan yang diselenggarakan di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang itu telah diikuti Deni Victoria sejak Rabu (15/4/2026) lalu hingga Minggu (19/4/2026) mendatang.

Deni yang dihubungi mengungkapkan dirinya bersama para pimpinan DPRD lainnya menerima berbagai materi krusial, antara lain Geopolitik dan Strategi Nasional, Kepemimpinan Beretika, Manajemen Konflik dan Krisis, Wawasan Kebangsaan dan lainnnya.

Keikutsertaan Deni Victoria dalam kursus pemantapan ini menunjukkan komitmen serius untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi kemajuan Kota Prabumulih. Melalui bekal ilmu dan jejaring yang dibangun bersama pimpinan daerah se-Indonesia, diharapkan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah dapat berjalan lebih harmonis. 


"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya untuk menyamakan persepsi dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan di daerah masing-masing," ujar pria yang akrab disapa DV itu.

Ketua DPRD Prabumulih diharapkan membawa perspektif baru yang lebih segar dan strategis dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran di Kota Seinggok Sepemunyian.

Untuk diketahui, sebanyak 557 Ketua DPRD Provinsi, Kota dan Kabupaten dari seluruh Indonesia mengikuti retret atau Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. 

Adapun rincian peserta sebanyak 38 Ketua DPRD Provinsi, 93 Ketua DPRD Kota, dan 415 Ketua DPRD Kabupaten. Program ini dirancang sebagai wadah penguatan wawasan kebangsaan serta pemantapan nilai-nilai kepemimpinan strategis bagi para pimpinan legislatif di tingkat daerah.

Pemilihan Lembah Tidar sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis yang kuat. Sebagai "Kawah Candradimuka" para perwira TNI Angkatan Darat, lingkungan Akmil diharapkan mampu memberikan atmosfer kedisiplinan yang tinggi bagi para peserta.(BR)

Share: