Pertama dalam Sejarah Prabumulih, Paripurna HUT Kota Ke-25 Diundur Dua Hari ke 19 Oktober, Padahal Berbarengan HUT Prabowo


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan pada 17 Oktober 2026 mendatang akan memasuki usia ke 25 tahun. Berbagai acara telah digelar dan akan digelar termasuk Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pertama dalam sejarah kota Prabumulih jika paripurna istimewa HUT Kota Prabumulih justru akan diundur dari hari jadi yakni 17 Oktober namun momen sakral itu justru diundur dan dijadwalkan pada Senin 19 Oktober 2026.

Hal ini mengundang protes dari berbagai pihak mulai dari para tokoh masyarakat hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, mempertanyakan kebijakan penundaan tersebut.

Langkah ini dinilai mencederai tradisi yang sudah mengakar kuat. Sejak Kota Prabumulih resmi berdiri, agenda sakral rapat paripurna peringatan hari jadi selalu diselenggarakan tepat pada tanggal kelahiran kota yakni 17 Oktober. 

Kebijakan menggeser jadwal ke tanggal 19 Oktober ini tercatat sebagai peristiwa pertama dalam sejarah pemerintahan Kota Prabumulih. Padahal pada tanggal 17 Oktober itu menjadi hari spesial apalagi berbarengan dengan Ulang Tahun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

"HUT Prabumulih itu pada 17 Oktober dan setiap tahun penanda ulang tahun kota otu ya Paripurna istimewa, kenapa justru diundur. Apa di pemerintahan sekarang ini HUT Kota Prabumulih berubah jadi 19 Oktober 2026," ungkap salah satu tokoh di Gunung Ibul kepada wartawan ketika dibincangi.

Hal yang sama disampaikan Susanto, warga kota Prabumulih lainnya yang menyayangkan pelaksanaan HUT kota Prabumulih justru diundur dari hari jadi kota nanas tersebut. "Sudah pernah pariourna HUT Kota dilakukan hari libur bahkan Minggu, itu karena momen sakralnya pada tanggal 17 Oktober. Kenapa harus diundur, dari dulu kita berbarengan dengan Kota Lubuklinggau," tuturnya.

Banyak tokoh menegaskan bahwa esensi dari perayaan ulang tahun sebuah daerah terletak pada ketepatan nilai historis tanggal tersebut, bukan sekadar seremonial yang bisa diganti hari.

Meskipun pada tahun ini tanggal 17 Oktober jatuh pada hari libur akhir pekan (Sabtu/Minggu), para tokoh menilai hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk memundurkan jadwal paripurna. Tradisi khidmat yang melibatkan masyarakat dan sejarah kota dinilai jauh lebih penting daripada menyesuaikan hari kerja normatif.

"Jika isu menyebutkan pengunduran jadwal karena harus menyesuaikan agenda kehadiran Gubernur Sumatera Selatan, kan selama ini pernah dihadiri wakil gubenur, sekda atau asisten. Jangan gara-gara jadwal gubernur lalu merubah jadwal," kata para tokoh.

Terpisah, Anggota DPRD Prabumulih, Feri Alwi SH MH juga mempertanyakan pengunduran jadwal paripurna istimewa dalam rangka HUT kota Prabumulih yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2026 tersebut. "Prabumulih ini hari jadinya tanggal 17 Oktober bukan 19 Oktober, kenapa harus diundur. Selama ini pernah dilakukan pada hari libur Sabtu atau Minggu," ungkap Feri Alwi kepada wartawan.

Ketua DPD PAN Prabumulih itu mengaku jika memang harus diundur jadwal paripurna peringatan HUT Kota Prabumulih maka tentu pemerintah kota harus memiliki alasan serta penjelasan. "Harus ada alasan dan penjelasan terkait pengunduran jadwal itu," katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM ketika dikonfirmasi terkait pengunduran jadwal paripurna istimewa bukan tepat pada HUT Prabumulih 17 Oktober mengaku dirinya belum mengetahui secara pasti.

Namun menurut informasi diketahui Franky jika pengunduran jadwal tersebut berdasarkan hasil koordinasi pemerintahan kota Prabumulih dengan pemerintah provinsi Sumatera Selatan. "Itu hasil dari koordinasi Pemerintah kota Prabumulih dengan pemerintah provinsi," tuturnya kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat Prabumulih masih terus bergulir. Banyak pihak mendesak agar panitia pelaksana dan pihak eksekutif segera meninjau ulang jadwal tersebut dan mengembalikan pelaksanaan rapat paripurna ke tanggal yang semestinya, demi menjaga marwah dan nilai sejarah Kota Prabumulih.

Sedangkan dalam rangkaian acara peringatan HUT Kota Prabumulih yang telah beredar luas di masyarakat disebutkan jika pelaksanaan paripurna istimewa HUT Kota Prabumulih ke 25 akan diselenggarakan pada Senin tanggal 19 Oktober 2026. (Ber)

Share:

Senyum dan Haru Nenek Mursiah Saat Terima Kunci Rumah Baru dari Perta Samtan Gas, Setahun Bangun 10 RTLH


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Rasa senang bercampur haru nampak di wajah nenek Mursiah yang merupakan warga Jalan Lego RT 003 RW 002 Kelurahan Anak Petai  Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Mursiah mendapatkan program bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dari PT Pertamina Samtan Gas berkerjasama dengan Polres dan Pemkot Prabumulih. Rumah kayu dengan atap yang bocor ketika hujan, kini dibangun baru melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan gas tersebut.

Usai dibangun, kunci rumah Mursiah diserahkan secara langsung oleh Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM dan GM PT Perta Samtan-Gas Teguh Eko Purwadi dalam acara penyerahan pada Rabu (14/10/2026).

Dalam sambutannya, GM PT Perta Samtan-Gas Teguh Eko Purwadi mengatakan tahun ini pihaknya membangun 10 rumah tak layak huni jadi layak huni milik masyarakat Kelurahan Anai Petai kota Prabumulih atau di wilayah Operasional. "Tahun ini kita bedah 10 rumah warga dan di kondisi kemarau ini kita telah mememberikan bantuan sumur bor sebanyak 13 titik kepada masyarakat," ungkapnya.

Eko mengatakan bantuan tersebut merupakan CSR dari perusahaan dan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya bedah rumah, melalui program CSR Perta Samtan gas juga terus menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat, memberi bantuan sembako, penghijauan hingga pelatihan-pelatihan serta lainnya. "Kami berharap dengan bantuan dapat meringankan beban masyarakat khususnya hunian yang layak, kami juga mengharapkan dukungan dan bantuan semua masyarakat agar operasional perusahaan terus berlanjut," katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM berterimakasih dan mengapresiasi PT Perta Samtan Gas yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat kota Prabumulih khususnya di areal operasional perusahaan. "Harapan kami apa yang dilakukan Perta Samtan Gas ini dapat menjadi contoh perusahaan lain dan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat kota Prabumulih melalui program CSR masing-masing," harapnya.

Dalam kesempatan itu selain rumah Mursiah, turut diserahkan kunci rumah milik M Rismanto yang juga telah selesai dilakukan pembangunan menjadi layak huni. "Kami mengucapkan sangat berterimakasih sekali, rumah kami menjadi bagus dan tidak bocor lagi," kata Mursiah penuh haru ketika dibincangi.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Kasat Binmas Polres Prabumulih AKP Sardinata, Kapolsek Prabumulih Barat Iptu Tomas Siswo Purnomo SH, Camat Prabumulih Utara Afbrian Delvino SE, Lurah Anak Petai Indratno SPd dan masyarakat setempat.(05)

Share:

Puluhan Ribu Pelajar SD dan SMP Prabumulih Kembali Dapat Seragam Gratis dari Pemkot Prabumulih

 



Prabumulih, Merdekasumsel.com - Walikota Prabumulih H Arlan menyerahkan seragam sekolah gratis untuk pelajar tingkat SD dan SMP di gedung kesenian rumah dinas walikota Prabumulih, Selasa (6/10/2026).

Pada tahun ini sebanyak 63.754 stel pakaian akan dibagikan kepada seluruh pelajar tingkat SD dan SMP dibawah naungan pemerintah kota Prabumulih. Pakaian akan diberikan sebanyak dua stel ke setiap pelajar, dimana untuk pelajar SD akan mendapat dua stel pakaian merah putih dan SMP dua stel pakaian putih biru.

"Tujuan program pembagian seragam gratis dari pak Walikota H Arlan dan Wakil Walikota Franky Nasril ini untuk meringankan beban ekonomi para orang tua dalam memenuhi kebutuhan pembelian seragam sekolah," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkot Prabumulih, A Darmadi SPd ketika menyampaikan sambutan.

Darmadi mengatakan tujuan pembagian itu juga agar meningkatkan pemerataan akses dan pelayanan pendidikan bagi peserta didik, serta mewujudkan kesetaraan peserta didik tanpa memandang status sosial keluarga.

"Program ini menyasar untuk pelajar tingkat SD dan SMP dengan jumlah penerima tingkat SD sebanyak 21.588 siswa dan tingkat SMP sebanyak 10.289 siswa sehingga total penerima nantinya mencapai 31.877 dikali dua stel sehingga yang akan dibagikan sebanyak 63.754 stel," katanya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan mengatakan pembagian sebanyak dua stel untuk satu anak tingkat SD dan tingkat SMP. "Pembagian ini untuk tahun kedua kita menjabat dan akan berlangsung hingga akhir masa jabatan kita, doakan saja," bebernya.

Arlan mengakui dalam pembagian seragam gratis dilakukan sedikit telat lantaran dibuat sebaik mungkin dan sesuai ukuran setiap murid. "Sesuai ukuran masing-masing, tidak hanya sekolah negeri tapi juga sekolah swasta dapat," katanya.

Disinggung banyak harapan orang tua siswa agar kedepan diganti seragam batik atau Pramuka, Arlan mengaku kedepan akan dilakukan pembagian untuk seragam batik dan pramuka. "Kedepan akan kita evaluasi dan kedepan kita rencanakan untuk pembagian batik dan seragam pramuka. Kalau duit banyak kita tambah terus," ungkap Arlan seraya mengatakan kedepan juga menarget memberi seragam gratis dibawah kementerian agama.(Ema)

Share:

Dilaporkan Oknum TNI ke Polres Prabumulih, Suami Istri Minta Panglima Hingga Presiden Bantu Usut Tuntas


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Perkara dugaan gudang BBM kebakaran dan membakar rumah warga di Jalan Arimbi RT 02 RW 02 Kelurahan Arimbi Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, terus bergulir.

Jika sebelumnya belasan waega mendatangi markas Subdenpom Prabumulih untuk melaporkan oknum TNI inisial DN dengan dugaan menimbun BBM Ilegal di gudang rumah, kali ini giliran oknum TNI melaporkan warga ke Polres Prabumulih atas dugaan pencancaman dan pemerasan.

Warga yang dilaporkan tersebut yakni Fajri yang merupakan tetangga sebelah rumah oknum TNI yang rumahnya ikut terbakar dalam kejadian kebakaran pada pada Rabu (19/8/2026) lalu.

Merespon laporan itu, Fajri bersama istri Mariska Sari dan kuasa hukum dari Law Firm Abi Samran mendatangi Satreskrim Polres Prabumulih untuk menyampaikan klarifikasi. "Kami ke polres untuk memenuhi panggilan klarifikasi dari kepolisian atas laporan dugaan pengancaman dan pemerasan terkait kebakaran gudang minyak di Jalan Arimbi," ungkap Fajri didampingi istri dan pengacara di depan gedung Satreskrim Polres Prabumulih.

Sementara sang istri Meriska Sari saat diwawancarai menyampaikan permohonan bantuan ke Dandim, Pangdam, KASAD, Pangloma TNI hingga Presiden Prabowo Subianto untuk membantu dirinya bersama suami yang dilaporkan ke Polres Prabumulih atas dugaan pemerasan serta pengancaman. 

"Kami mohon pertolongan dan keadilan atas dampak meledaknya gudang solar ilegal milik oknum TNI bernama DN (inisial-red), jami mohon pak tegakkan keadilan seadil-adilnya," jelas Meriska.

Meriska mengaku pihaknya merupakan warga miskin dan dilaporkan dengan tuduhan pemerasan serta pengancaman, padahal menurutnya mereka korban. "Kami rakyat kecil pak mana mungkin berani mengancam anggota TNI, apalagi memeras sepeserpun tidak," katanya.

Sementara itu, anggota TNI Pelda Deni ketika dikonfirmasi membantah tuduhan di rumahnya ada gudang BBM ilegal dan kebakaran terjadi adalah minyak solar yang ada di garasi rumahnya. "Saya akui itu solar tapi bukan ilegal, saya ini sering membantu masyarakat khususnya petani untuk membuka lahan dan solar itu saya beli dari pengecer di pinggir jalan untuk membantu para petani buka lahan," katanya.

Deni mengatakan dirinya telah beritikat baik dengan mengganti atap rumah yang terbakar dan termasuk mengganti motor Fajri yang kecelakaan padahal bukan karena musibah kebakaran. Namun untuk mengganti seluruh dirinya keberatan, lantaran nilai ganti rugi yang disampaikan sesuai list sudah tidak masuk akal yakni sebesar Rp 63 juta.

"Nilai sudah tidak masuk akal, itu list total kerugian mereka kirim nilainya Rp 63 juta dan ini tidak sesuai. Motor suaminya itu kecelakaan di Tanjung Tiga Sialingan dan bukan terbakar di rumah, ini juga sebabnya kita kurang tau apakah lalai atau apa namun tetap kita ganti senilai Rp 13,5 juta karena motor second," bebernya.

Karena nilai tidak sesuai tersebut dirinya melaporkan ke kepolisian atas dugaan pemerasan, sedangkan tindakan pengancaman yakni berupa akan melaporkan dirinya selaku aparat ke lembaga tempat bekerja. "Untuk pengancaman sebetulnya bukan lagi mengancam tapi sudah dilakukan karena sudah melapor kemana-mana," tuturnya. Deni berharap perkara tersebut dapat diproses secara hukum seseuai aturan berlaku sehingga diketahui siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perkara tersebut.(Ven)

Share:

Meriahkan HUT ke 25, Pemkot Prabumulih Bersama IOF dan IMI Gelar Off Road

 


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Para pecinta olahraga otomotif khususnya speed off-road, hendaknya mendaftarkan diri di ajang Speed Off-Road 'Sedulur Sejalur Selumpur' di kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Penyababnya, Pemerintah kota Prabumulih bekerjasama dengan Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Prabumulih dan IMI Prabumulih menggelar Speed Off-road yang akan diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2026 di Terminal Talang Jimar kota Prabumulih.

Tak main-main, panitia menyediakan hadiah satu unit mobil dan tiga unit motor, sepeda gunung, sepeda listrik serta berbagai hadiah lainnya dalam perlombaan bergengsi tersebut. Hingga saat ini sendiri persiapan sudah mencapai 60 persen lebih.

Ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Prabumulih, Oka Ginanjar SH ketika diwawancarai mengungkapkan hingga saat ini persiapan sudah mencapai lebih dari 60 persen dan trek atau jalur telah disiapkan panitia.

Oka Ginanjar mengatakan, kegiatan yang mengusung 'Safety No Compromise' ini mengutamakan keselamatan peserta dan dalam penyiapan jalur trek pihaknya langsung bersama jajaran IMI Sumsel. "Hingga saat ini yang mendaftar sudah mencapai 50 peserta, tidak hanya dari Sumatera namun yang mendaftar ada dari Sulawesi, Makasar, Bali dan lainnya," bebernya seraya mengatakan target peserta 100 peserta.

Lebih lanjut Oka menjelaskan, dalam kegiatan itu panitia menyediakan dua kelas yang dapat diikuti peserta antara lain kelas Tubular G1, G2, G3 dan G4 serta kelas Standart Winch. "Berdasarkan hasil rapat kita hadiah utama door prize satu unit mobil dan ada tiga motor, sepeda listrik, sepeda gunung dan banyak lainnya," tuturnya.

Oka menambahkan, untuk para peserta sendiri diwajibkan mengikuti scrutineering pada 9 Oktober 2026, sebelum memasuki rangkaian perlombaan. Pemeriksaan teknis tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan peserta memenuhi persyaratan kompetisi.

"Selain ada atlet yang bakal ikut yakni dari Sulawesi, ada juga sejumlah pejabat yang akan turut ambil bagian dalam kegiatan ini seperti bupati Sorolangun, mantan Bupati OI, Empat Lawang dan lainnya. Perlombaan ini speed bukan jelajah atau adventure," tambahnya. 

Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan sebelumnya mengungkapkan akan ada off road dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 25 yang tepat jatuh pada 17 Oktober 2026 mendatang. 

Arlan menyebut, dalam kegiatan tersebut pemerintah kota Prabumulih mensupport lantaran kegiatan digelar oleh pihak swasta dan tidak ada dalam anggaran pemerintah kota Prabumulih. "Kita sukseskan kegiatan ini apalagi dalam memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 25," kata orang nomor satu di kota Prabumulih itu. (Ven)

Share: