Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia



Jakarta, Merdekasumsel.com - Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perusahaan transportasi daring Maxim Indonesia menghadirkan program spesial untuk memeriahkan suasana kemerdekaan. Sebanyak 81 unit Maxim Car akan dihias dengan desain bertema kepulauan di Indonesia dan beroperasi di 19 kota. Khusus pada 17 Agustus, pengguna yang mendapatkan mobil dengan desain khusus tersebut saat melakukan pemesanan akan memperoleh perjalanan gratis. 

Apabila belum mendapatkan mobil berdesain kemerdekaan, penumpang juga dapat menikmati potongan harga sebesar 17 persen yang berlaku mulai tanggal 11 Agustus hingga 21 Agustus 2026 di seluruh Indonesia.

Masyarakat di 19 kota, mulai dari Jakarta hingga Timika, dapat melakukan pemesanan seperti biasa. Jika sistem secara kebetulan menugaskan mobil yang telah dihias khusus untuk memperingati HUT RI, pengguna akan mendapatkan perjalanan secara gratis.

Mobil dengan desain khusus tersebut akan beroperasi di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Ambon, Makassar, Kendari, Cilegon, Serang, Kupang, Balikpapan, Bandar Lampung, Batam, Palembang, Jayapura, Malang, Pekanbaru, Timika, Bukittinggi, dan Bau-bau. Kehadiran program ini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Setiap mobil akan dihiasi dengan stiker bergambar kepulauan Indonesia sebagai simbol keberagaman sekaligus persatuan bangsa.

Head of Subdivision Maxim Jakarta, Muhammad Richie Rafsanjani mengatakan program tersebut diberikan sebagai momen untuk merayakan persatuan dan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia.

"Kami mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah momen untuk merayakan persatuan dan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia. Karena itu, kami ingin berbagi kebahagiaan sederhana melalui perjalanan gratis dengan mobil yang tampil berbeda dan membawa semangat Indonesia. Semoga ini bisa menjadi kontribusi kecil Maxim untuk memeriahkan suasana 17 Agustus," ungkapnya.

Richie menambahkan bahwa Maxim hadir di sebuah kota bukan semata-mata menjalankan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan dan aktivitas masyarakatnya. Melalui kampanye ini, perusahaan ingin menunjukkan bahwa layanan Maxim juga dapat menjadi bagian dari budaya perkotaan dan tradisi masyarakat dalam merayakan momen nasional. Ke depan, Maxim akan terus mengintegrasikan berbagai inisiatif sosial dan budaya dalam aktivitasnya.

Bagi Maxim, luasnya jangkauan layanan di berbagai wilayah Indonesia bukan hanya menjadi bagian dari perkembangan bisnis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antar masyarakat dan berkontribusi dalam berbagai momen yang berarti bagi Indonesia. (05/Ril)

Share:

Jaga Work-Life Balance, Karyawan BRI Prabumulih Rutin Olahraga Futsal Bersama



Prabumulih, Merdekasumsel.com - Ditengah padatnya rutinitas pelayanan perbankan dan tuntutan performa kerja yang tinggi, menjaga kondisi fisik tetap prima menjadi sebuah keharusan. 

Menyadari pentingnya aspek kesehatan tersebut, segenap karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Prabumulih secara konsisten menggelar kegiatan olahraga rutin. Salah satu program yang paling diminati dan aktif berjalan adalah latihan futsal bersama.

Aktivitas olahraga ini diselenggarakan setiap hari pasca-jam operasional kantor, bertempat di salah satu lapangan futsal di Kota Prabumulih provinsi Sumatra Selatan.

Kehadiran para pegawai di lapangan hijau ini mencerminkan komitmen tinggi untuk menyeimbangkan antara beban kerja profesional (work-life balance) dengan gaya hidup sehat. Komitmen para pekerja yang akrab disapa Insan Brilian ini ternyata tidak hanya terbatas pada olahraga futsal semata. Guna mengakomodasi minat dan hobi yang beragam dari seluruh lini pegawai, pihak BRI Cabang Prabumulih juga memfasilitasi berbagai jenis olahraga lainnya. 

"Karyawan kita pasca jam kerja rutin menggelar olahraga bersama khususnya olahraga futsal," ungkap Branch Office Head BRI Prabumulih, RP Rafi Rafsanjani kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Rafi Rafsanjani mengatakan, tidak hanya olahraga futsal namun para karyawan juga kerab melakukan kegiatan olahraga lain untuk tetap menjaga stamina meskipun sudah seharian bekerja di kantor.

Variasi cabang olahraga ini dijadwalkan secara bergantian setiap harinya, mulai dari olahraga kardio hingga permainan ketangkasan, sehingga seluruh elemen karyawan dapat berpartisipasi aktif tanpa merasa jenuh. Secara filosofis, agenda olahraga harian ini mengusung misi ganda yang sangat krusial bagi keberlangsungan organisasi.

"Kami mengapresiasi para karyawan yang terus menjaga stamina dan tetap bekerja keras melayani para nasabah. Melalui olahraga ini diharapkan selain badan sehat, juga sebagai wadah untuk terus mempererat kekompakan dan kekeluargaan," tuturnya.

Tujuan utama yang ingin dicapai tentu saja adalah aspek kesehatan jangka panjang, memastikan imunitas tubuh para pekerja tetap terjaga di tengah cuaca dan tekanan kerja yang dinamis. Tubuh yang bugar diyakini menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan prima dan ramah kepada para nasabah setia BRI. (Ven)

Share:

Satu Pelajar Tewas Terseret Arus Sungai Selabung, Satu Korban Masih Dicari


OKU Selatan, Merdekasumsel.com - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Dua orang pelajar kelas 4 sekolah dasar dilaporkan tenggelam saat memancing di Sungai Selabung, kawasan Desa Kota Agung, Kecamatan Tiga Dihaji, pada Rabu (5/8/2026) siang.

Hingga Kamis (6/8/2026) siang, satu dari dua korban bernama Rahmat Kuncoro (10) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, tim gabungan beserta warga masih terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai untuk mencari korban lainnya, Ardiansyah (10), yang masih dinyatakan hilang.
Spontan Mengejar Alat Pancing
Peristiwa naas tersebut bermula ketika Rahmat dan Ardiansyah pergi memancing ke Sungai Selabung pada Rabu sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka berdua ditemani oleh dua orang adiknya, yakni Andri (9) dan Nolo Apriyanto (6).
Sekitar pukul 14.00 WIB, seekor ikan besar menyambar umpan pada alat pancing milik Ardiansyah. Kuatnya tarikan ikan tersebut membuat gagang pancing terlepas dari genggaman dan hanyut terbawa arus sungai.
Secara spontan, Ardiansyah dan Rahmat langsung melompat ke dalam aliran sungai untuk mengejar alat pancing tersebut. Namun, diduga karena tidak bisa berenang, kedua bocah tersebut langsung terseret arus sungai yang deras dan tenggelam.
Melihat kedua kakaknya timbul tenggelam, Andri segera berlari meminta pertolongan kepada Lahmudin, seorang warga yang kebetulan sedang mandi tidak jauh dari lokasi kejadian. Lahmudin sempat langsung menceburkan diri ke sungai, namun tubuh kedua korban sudah tidak terlihat. Ia kemudian meminta Andri berlari ke permukiman Desa Kota Agung untuk memberi tahu warga.
Warga yang datang langsung melakukan penyisiran manual secara mandiri. Setelah dua jam pencarian, tepatnya pukul 16.00 WIB, jasad Rahmat Kuncoro akhirnya ditemukan mengapung sekitar 30 meter dari titik awal lokasi tenggelam.
Pencarian Diperluas
Camat Tiga Dihaji, Muhamad Yamin, mengonfirmasi bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan serta Tim SAR untuk memperluas radius pencarian. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan masyarakat setempat telah mengintensifkan pencarian darat dan perairan sejak Kamis pagi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal oleh Tim Puskesmas Tiga Dihaji yang dipimpin Kamijo serta Tim Identifikasi Polres OKU Selatan, fisik luar jasad Rahmat bersih dari tanda-tanda kekerasan. Korban dipastikan murni meninggal dunia akibat gagal napas karena tenggelam.
Saat ini jenazah Rahmat telah disemayamkan di rumah duka di Desa Sukabumi dan direncanakan dimakamkan pada Kamis ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah, menolak otopsi, dan berkomitmen tidak melakukan tuntutan hukum.
Kepolisian sektor setempat kini masih mengamankan sejumlah barang bukti milik korban, berupa selembar baju kaos lengan panjang merah bertuliskan "Argentina" dan selembar celana panjang abu-abu, sembari melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP).(05)
Share:

Persiapan Lomba Tingkat Provinsi, Posyandu Mangga Besar Prabumulih Berbenah


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Tim Penggerak PKK Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, terus mematangkan kesiapan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayahnya guna menghadapi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Salah satu fokus utama penguatan saat ini diarahkan pada Posyandu di Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Persiapan Lomba yang digelar secara terpadu. Upaya pembinaan lintas sektor tersebut bertujuan memastikan seluruh aspek administrasi, kualitas pelayanan, hingga aspek inovasi Posyandu telah memenuhi indikator standar penilaian yang ketat di tingkat provinsi.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Pembina Posyandu Kota Prabumulih, Hj Linda Apriana Arlan, didampingi oleh Sekretaris Posyandu, Hj Reni Indayani SKM MSi. Turut serta dalam peninjauan ini Lurah Mangga Besar beserta seluruh jajaran perangkat kelurahan. Proses pendampingan teknis di lapangan dikawal ketat oleh kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Prabumulih serta Dinas Kesehatan Kota Prabumulih.
Evaluasi Menyeluruh Pelayanan Dasar
Dalam pembinaan ini, tim gabungan melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek-aspek krusial penunjang indikator keberhasilan Posyandu. Fokus utama penilaian meliputi tertib administrasi, efektivitas pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pemantauan gizi buruk atau tengkes (stunting), hingga sejauh mana partisipasi dan pemberdayaan masyarakat setempat telah berjalan.
Selain melakukan peninjauan fisik pada fasilitas pelayanan, tim pembina berdialog dengan para kader untuk memberikan masukan terkait penyempurnaan dokumen pendukung. Penguatan koordinasi antara kader Posyandu, pemerintah kelurahan, dan instansi teknis terkait dinilai menjadi kunci utama agar fungsi Posyandu berjalan optimal dan tidak sekadar formalitas kompetisi.
Melalui persiapan yang matang ini, Posyandu Kelurahan Mangga Besar diharapkan mampu memberikan performa terbaik dalam ajang penilaian tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Lebih dari sekadar mengejar predikat juara, standardisasi ini ditargetkan mampu membentuk pos pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, inovatif, serta berkelanjutan bagi masyarakat di akar rumput.(Ven)
Share:

Walikota Prabumulih dan Forkopimda Sidak Posko Karhutla, Pastikan Kesiapan Hadapi Kebakaran


Prabumulih, Merdekasumsel.com - Pemerintah Kota Prabumulih bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan peninjauan ke sejumlah Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang tersebar di wilayah Kota Prabumulih, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun 2026.

Rangkaian peninjauan diawali ke Posko Karhutla BPBD Kota Prabumulih yang berada di Jalan Taman Murni, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, titik kedua ke Posko Delinom Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur, lalu titik ketiga Posko di Patih Galung samping Polsek Prabumulih Barat, terakhir titik keempat Poskonya di Tugu Tani, Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan.

Kehadiran unsur Forkopimda menjadi bukti nyata sinergitas lintas sektor dalam memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah rawan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, S.H., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, S.T., Pejabat Utama Polres Prabumulih, Danramil 404-02 yang diwakili Serma Dea Aghesta, Kepala BPBD Kota Prabumulih Sriyono, SH.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Prabumulih bersama Forkopimda melakukan pengecekan secara langsung terhadap kesiapan peralatan pemadam kebakaran milik BPBD, sekaligus memastikan kesiapan personel yang disiagakan di Posko Karhutla. Pemeriksaan meliputi kondisi kendaraan operasional, perlengkapan pendukung pemadaman, hingga kesiapan personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran lahan.

Adapun sarana yang disiagakan di posko antara lain satu unit mobil pemadam kebakaran serta Posko Penanggulangan Karhutla Polres Prabumulih yang telah dipersiapkan sebagai pusat koordinasi apabila terjadi keadaan darurat. Kesiapan tersebut diharapkan mampu mempercepat respons petugas dalam melakukan penanganan apabila ditemukan titik api di wilayah hukum Polres Prabumulih.

Disetiap lokasi, Forkopimda memastikan seluruh personel tetap siaga, perlengkapan berada dalam kondisi siap pakai, serta koordinasi antarinstansi berjalan dengan baik guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil. mengatakan bahwa pengecekan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla benar-benar siap menghadapi situasi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta dukungan masyarakat.

"Kami bersama Pemerintah Kota Prabumulih, TNI, BPBD, dan seluruh stakeholder terus memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak yang sangat luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin," tegas AKBP Gunarto.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian peninjauan di sejumlah Posko Karhutla berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui pengecekan ini diharapkan kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan Karhutla di Kota Prabumulih semakin optimal sehingga mampu meminimalisasi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta menjaga keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di wilayah Kota Prabumulih. (Ven)

Share: