Akamigas Prabumulih Dibuka Tiga Jurusan, Akan Dibangun 2020 Dengan Dana Rp 150 M

Peninjauan lokasi Akamigas

PALEMBANG, MERDEKASUMSEL.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan telah memastikan jika kampus Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Prabumulih akan dibangun pada 2020 mendatang.

Saat ini pihak kementerian ESDM tengah melakukan Feasibility Study (FS) alias study kelayakan.

Tak tanggung-tanggung kementerian ESDM bakal menganggarkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk membangun Politeknik energi dan mineral Akamigas Prabumulih tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur PEM Akamigas Cepu, Prof Dr R Y Perry Burhan MSc kepada wartawan usai menggelar audiensi dengan Gubernur Sumsel, H Herman Deru di Griya Agung, pada Kamis (4/4/2019) lalu.

"Saat ini, kami sedang melakukan Feasibility Study (FS) untuk pendirian kampus serta program studi yang akan dibuka di Prabumulih. Pembangunan kampus bakal dimulai 2020 mendatang dengan anggaran mencapai Rp 150 miliar," katanya.

Menurut Perry, saat ini kampus migas dan pertambangan yang berada dibawah Kementerian ESDM ada tiga di Indonesia.

Masing-masing berada di Bandung yakni Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP), di Cepu Kabupaten Blora yakni Politeknik Energi dan Migas (PEM) Akamigas dan di Jakarta yakni Politeknik Energi Terbaru dan Terbarukan.

"Kami akan menambah satu lagi di kota Prabumulih yang kemungkinan akan dibangun 2020 mendatang," katanya.

Disinggung berapa lama Feasibility Study dilakukan, Perry mengaku akan dilakukan selama sekitar 2 hingga 3 bulan kedepan lalu akan diajukan ke menteri ESDM untuk selanjutnya meminta persetujuan.


Lebih lanjut Direktur PEM Akamigas Cepu mengungkapkan adapun program studi yang akan dibuka ada tiga program yakni pengolahan migas, teknik mesin dan satu lagi masih belum ditentukan.

"Satu program studi lagi masih kita kaji, bisa dalam hal bidang migas ataupun pertambangan. Sebab, potensi pertambangan di Sumsel dan provinsi di sekitarnya tinggi. Jadi masih kami kaji terus," lanjutnya seraya mengaku dipilihnya Prabumulih sebagai lokasi kampus karena daerah penghasil migas terbesar di Sumsel.

Perry menambahkan, industri migas di wilayah Prabumulih sangat tinggi dengan banyaknya perusahaan yang bergerak di sektor itu sehingga jika ada Akamigas akan membuat lulusan mudah untuk mendapat peluang bekerja.

"Kementerian tidak mau membuat sekolah untuk sekedar menghasilkan lulusan saja. Tapi juga harus bisa diserap oleh industri dan ada tempat bekerja untuk lulusan tersebut," tegasnya.

Gubernur Sumsel, JHerman Deru menuturkan, pihaknya bersyukur kementerian menyetujui pembangunan kampus Akamigas di Prabumulih meski sebelumnya bimbang antara Provinsi Sumsel atau Kalimantan Timur.

"Kota Prabumulih telah menyiapkan Rp 15 hektare dan letaknya strategis, kita bersyukur akan segera dibangun dan akan dianggarkan dana sebesar Rp 150 miliar," katanya selain alasan pembangunan dilakukan di kota Prabumulih untuk pemerataan pembangunan. (01)
Share:

1 komentar:

  1. Di mane la kire kire tempat yg bakal di bangun kampus akamigas Prabumulih...?

    BalasHapus