Ditinggal Ke Sawah, Rumah Hamidi Warga Tanjung Kari OKU Selatan Hangus Dilalap Api


OKU Selatan, Merdekasumsel.com – Kebakaran yang menghanguskan rumah panggung kayu kembali terjadi di Kabupaten OKU Selatan, Rabu (11/3/2020).

Kali ini rumah Hamidi (62) warga Desa Tanjung Kari Kecamatan Pulau Beringin Kabupaten OKU Selatan, hangus dilalap si jago merah hanya dalam hitungan menit.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun dugaan sementara api menghanguskan rumah diduga akibat konsleting arus listrik.

Saat peristiwa kebakaran sendiri rumah dalam keadaan ditinggal sang pemilik bersama keluarga pergi ke sawah.

Peristiwa menghebohkan masyarakat tersebut terjadi di siang bolong atau sekitar pukul 12.30
Warga bersama petugas kepolisian dan anggota koramil berjibaku memadamkan api.

Bahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Kisam Ilir turut datang memadamkan api, namun akibat kobaran api yang sudah membesar dan kayu yang kering membuat api sulit dipadamkan.


"Kebakaran sangat cepat dan api sangat besar, kami masyarakat telah mencoba memadamkan api tapi api sangat besar sehingga tak bisa dipadamkan dan menghanguskan rumah," ungkap satu diantara warga dibincangi di lokasi.

Warga mengatakan api berhasil dipadamkan setelah menghanguskan bangunan dan petugas pemadam kebakaran datang memadamkan api.
"Rumah sudah hangus terbakar seluruhnya baru bisa dipadamkan, alhamdulilah tidak ada korban dalam kebakaran itu," katanya seraya mengatakan saat kebakaran pemilik rumah sedang ke sawah.
 
Camat Pulau Beringin, Putra Jaya membenarkan musibah kebakaran di Desa Tanjung Kari tersebut.

"Semua harta benda tidak ada yang dapat diselamatkan, uang tunai belum lama dari panen kopi termasuk beras yang beberapa waktu lalu digiling hangus semua. Untung tidak ada korban jiwa,"ujar Camat Pulau beringin Putra Jaya, kepada Merdekasumsel.com

Sementara, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, H Dony Agusta SKM MM menafsirkan kisaran kerugian korban mencapai Rp 200 juta. Pihaknya sendiri akan segera memberikan bantuan kepada keluarga korban.

"Kisaran kerugian mencapai Rp 200 juta, harta benda milik korban tidak ada yang dapat diselamatkan, secepatnya kita akan memberikan bantuan ke lokasi "ujar Dony. (PAN)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar