Tampilkan postingan dengan label OKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OKI. Tampilkan semua postingan

Nekad Pecahkan Kaca Mobil yang melintas dengan ketapel demi Konten tiga remaja asal Mesuji di ringkus Polisi

 





OKI,MERDEKASUMSEL.COM-Pelaku pengrusak kaca mobil yang melintas di kilometer 290/400 ruas Pematang Panggang - Kayuagung, Selasa (1/2/2022) berhasil diringkus satuan kriminal Macan Komering Polres OKI, Jum'at (4/2/2022)


Kapolres OKI AKBP Dili Yanto didampingi Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto saat press release mengatakan Pelaku adalah tiga anak yang masih dibawah umur inisial D, W dan R berasal dari Mesuji Raya. 


"Iya tadi pagi sekitar jam 11.00 WIB, tim satuan kriminal Macan Komering Polres OKI bersama polsek Mesuji Raya dan Lempuing Jaya mengamankan 3 orang anak-anak pelaku pecah kaca," tuturnyanya seperti dilansir dari Tribunsumsel.com, Minggu (6/2/2022).

Modus pelaku hanya iseng Demi membuat konten. "Namun ini uniknya, pelemparan dilakukan memakai ketapel dengan batu split sebagai pelurunya yang diarahkan ke mobil yang melintas dilokasi," 


"Jadi aksi mereka membidik dan setelah mengenai mobil. Lantas teman yang lain memvideokan dan membagikan ke akun pribadi miliknya," ujar Kasat Reskrim, AKP Sapta Eka Yanto.


Dijelaskan juga jika ketiganya melakukan hal itu murni hanya untuk konten.

"Tidak ada unsur pencurian atau modus kejahatan lainnya. Semata-mata hanya untuk mengisi video di akun tik-tok," ujarnya.

Membuat akun di tiktok itu merupakan ide pelaku D. Kami mengaku salah dan berjanji tidak lagi mengulanginya lagi" tuturnya. 



Sementara itu, Dari pengakuan pelaku ada 2 mobil yang sudah dilemparnya.

"Satu unit kaca mobil kijang dan mobil avanza di kaca bagian belakang yang sudah saya pecahkan," kata dia.  satu diantaranya yakni inisial W mengaku menyesal dengan perbuatannya itu. (sis)

Share:

Miris, Seorang Pelajar di OKI Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Waisat Untuk Ibu


OKI, Merdekasumsel.com -  Seorang pelajar asal Desa Rimba Samak Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, pada Minggu (28/3/2021).


Mirisnya, dilansir dari media Global planet, korban juga meninggalkan surat wasiat untuk orang tuanya.


Kejadian pertama kali ditemukan oleh ibu korban sendiri yakni Lasmini (42), sepulang dari menyadap karet pukul 14.00 WIB mendapati korban telah tergantung dengan posisi seutas tali dileher.


"Melihat hal itu, ibu korban menjerit histeris, sehingga saksi Seriyanto (46) dan istrinya yang merupakan tetangga korban datang ke lokasi," ungkap Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kapolsek Pangkalan Lampam IPTU Ilham Parlindungan.


Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan orang tua korban, anaknya nekat melakukan aksi bunuh diri dikarenakan selama ini merasa hanya menjadi anak yang menyusahkan orang tuanya saja.

Beredar di group whatsapp pada Minggu (28/3/2021) surat wasiat yang diduga ditulis korban untuk orang tuanya dilakukan sebelum nekad gantung diri.


"Keterangan ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah buku tulis berisikan surat wasiat," ungkap Kapolsek.


Personel Polsek Pangkalan Lampam yang tiba di rumah duka, langsung melaksanakan identifikasi guna memastikan apakah kematian korban bukanlah akibat dari tindak pidana seseorang. 


Kapolsek menjelaskan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda luka akibat dari kekerasan.


"lalu guna memastikan penyebab korban meninggal dunia personil kita memberikan saran untuk melakukan otopsi terhadap jasad korban, akan tetapi pihak keluarga yaitu ibu korban tidak bersedia," ungkap kapolsek.


Karena tidak bersedia dilakukan otopsi, lanjut Kapolsek, maka pihak keluarga membuat surat pernyataan. "Sebab, pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menyalahkan siapa pun," pungkasnya.(05)

Share:

OKI Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumsel

 


OKI, Merdekasumsel.com -- Perekonomian masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) tampaknya masih tangguh menghadapi dampak pandemi.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), OKI mengalami pertumbuhan 0,24 persen. 


Sumbangsih ini relatif tinggi dibanding kabupaten kota lainnya di Sumsel, bahkan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi provinsi sumsel yg terkontraksi -0,11 persen. Sumbangan OKI untuk pertumbuhan ekonomi (source of growth) Sumsel 2020 adalah 0,02 persen.

.

"Itu tertinggi karena kontribusi kabupaten kota lain terhadap pertumbuhan ekonomi sumsel tidak sampai 0,02 persen bahkan beberapa justru negatif,”ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI, Yudhistira, Senin kemarin(15/3) di Kayuagung.


Yudhis mengungkapkan perekonomian OKI masih tangguh karena ditopang sektor pertaniannya, yang diperlihatkan produktifitas petani justru meningkat sangat signifikan (produktifitas petani padi tertinggi ke 2 di sumsel) di masa pandemi ini.


"Disisi lain, walaupun OKI bukan daerah penghasil migas, namun perekonomiannya memberikan kontribusi nomor empat terbesar di Sumsel (6,34 persen) setelah daerah-daerah penghasil/pengolah migas (Palembang, Musi Banyuasin, dan Muara Enim) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yg mencapai lebih dari 29 Trilyun Rupiah,"jelas Yudhis.


Terkait angka kemiskinan ungkap Yudhis, Kabupaten OKI memang masih menempati urutan ke 4 di Sumsel, namun penurunan angka kemiskinannya signifikan setiap tahunnya. 


Yudhis merinci pada tahun 2017 persentase penduduk miskin di OKI 15,75 persen. Di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 3,72 ribu jiwa atau menjadi 14,73 persen. .


Penurunan  kemiskinan OKI ditahun 2020 kata dia merupakan penurunan tertinggi ke 2 di sumsel (15,01 persen di tahun 2019 menjadi 14,73 persen di 2020).


“Dalam tiga tahun terakhir ada penurunan lebih dari  1 digit. Artinya terus berprogress, program dan intervensi pemerintah daerah terhadap penanggulangan kemiskinan cukup berhasil,”terangnya.(Ril) 

Share:

Mantu Racun Mertua Hingga Tewas di OKI Terancam Hukuman Mati

 


OKI, Merdekasumsel.com - Tega dan kejam, sepertinya begitulah kata yang tepat disematkan untuk Dewi Asmara Binti M Said Saripudin (45) warga Desa Lebung Itam Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Dewi Asmara nekat meracuni mertua sendiri menggunakan racun biawak dengan cara mencampur di makanan pindang salai yang dimakan sang mertua.

Akibatnya, mertua Dewi Asmara yakni Noni (61) tewas mengenaskan dengan mulut penuh mengeluarkan busa. Tidak hanya Noni, beberapa kucing peliharaan yang ikut memakan pindang salai tersebut turut tewas dengan bagian mulut mengeluarkan busa.

Pelaku meracuni mertua yang tinggal satu rumah dengannya itu lantaran sering cekcok mulut dan sering dimarahi oleh korban.

Peristiwa yang membuat gempar warga Sumatera Selatan itu terjadi pada Minggu (7/3/2021) sekitar  jam 11.00.

Sementara dalam video beredar di media sosial, Dewi Asmara mengaku racun di masakan pindang salai tersebut rencananya bukan untuk sang mertua namun untuk AF alias Otong yang tak lain adalah suami tersangka.

"Saya sebenernya mau bunuh si Otong karena Otong selalu jahat dengan saya, Otong bilang istrinya banyak, racun itu sebenarnya untuk Otong, tidak tau kenapa dia (mertua-red) yang memakannya," kata Dewi dalam rekaman video yang beredar.


Dewi menuturkan dirinya tidak tahu jenis racun apa yang diberikan tersebut dan racun ditemukan di pondok tempat kebun karet. "Tidak apa bu Dewi ini dikurung (disel-red) biar tidak disuruh-suruh lagi, tidak dimarahi lagi," katanya tanpa dosa di dalam video beredar.


Peristiwa pembunuhan tersebut diketahui setelah Noni dikabarkan meninggal dunia dengan mulut berbusa. Petugas kepolisian yang langsung ke lokasi melakukan introgasi terhadap tersangka yang saat itu hanya berdua dengan korban.

Tersangka Dewi lalu mengakui jika dirinya yang telah memberikan racun di makanan pindang yang dimasak oleh korban Noni.

Tim Macan Komering Polsek Tulung Selapan Polres OKI lalu meringkus tersangka. Tersangka sempat menjadi bulan-bulanan warga satu kampung yang kesal dengan perbuatannya namun berhasil diselamatkan petugas kepolisian.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy kepada wartawan saat dikonfirmasi menegaskan korban meninggal dengan mulut penuh busa dan diluar rumah ditemukan tiga kucing peliharaan juga mati dengan mulut berbusa.


"Tersangka telah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, motif pembunuhan ini sendiri karena pelaku yang sakit hati terhadap korban yang sering memarahinya," ujarnya kepada wartawan.

Kapolres menuturkan kasus tersebut bermula ketika anggota kepolisian mendapatkan informasi jika ada warga meninggal dunia karena keracunan.

"Petugas kita langsung ke lokasi kejadian dan melakukan identifikasi serta memeriksa saksi-saksi lalu setelah diintrogasi tersangka atas nama Dewi Asmara mengakui jika dia yang telah membunuh mertuanya dengan cara memberi racun biawak di masakan pindang, kita juga temukan tiga kucing di luar rumah yang mati," ujarnya

Kapolres menegaskan, tersangka Dewi Asmara terancam hukuman mati atau paling ringan hukuman 20 tahun penjara. "Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal hukuman mati," tegasnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat Kabupaten OKI untuk bisa menahan diri Ketika berhadapan dengan masalah dan jangan langsung mengambil tindakan kekerasa apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

"Kami juga mengajak masyarakat OKI untuk menguatkan keimanan agar kejadian serupa tidak terulang Kembali," ajaknya.(Tim)
Share: