PSBB Berlangsung, Anggota DPRD Prabumulih Menyayangkan Masih Ada Oknum Petugas Yang Tidak Sopan


Prabumulih, Merdekasumsel.com -- Memasuki hari ke tujuh pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel) arus Lalu Lintas di Jalan-jalan Protokol kota Prabumulih menjadi lengang, selasa (02/6/2020).

Berkurangnya aktifitas warga diluar rumah selama penerapan PSBB juga merupakan faktor pendukung akan sepinya arus lalu lintas, serta beberapa pihak sudah cukup efektif dan efisien, yang di buktikan dengan dengan menurunnya volume arus kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di kota Prabumulih dibanding dengan sebelum pelaksanaan PSBB.

Sedangkan, sudah hampir 95 persen pengendara yang melintas maupun masyarakat Prabumulih sudah mematuhi protokol kesehatan yang sudah sosialisasikan sebelumnya yang artinya sebagian besar masyarakat di Kota Prabumulih maupun luar Kota sudah ikut andil dalam mensukseskan Program pemutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Namun sangat disayangkan, ada beberapa pihak pengendara yang mengeluhkan sikap petugas jaga Posko Check Poin PSBB yang di rasa belum memiliki sikap yang humanis atau tata bahasa yang lebih halus dalam memberikan intruksi atau arahan kepada pengendara yang melintas.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Prabumulih Evy Susanty SE pada saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa sore (02/06/2020).

Menurut dia, seharusnya para petugas jaga di setiap posko Check Poin saat melakukan pemeriksaan di harapkan menggunakan tutur bahasa yang membuat para pengendara menjadi nyaman, bukanya membuat pengendara menjadi jengkel dengan tutur bahasa yang tidak mengenakkan.

"Ini pengalaman pribadi saya sendiri saat di periksa oleh petugas jaga di posko Check Poin dan juga laporan-laporan dari masyarakat yang di sampaikan kepada saya dan saya membuktikan itu," ucapnya dengan nada jengkel.

Evi mengatakan, bahwa pada saat melintas dan di periksa oleh petugas Jaga Check Poin dirinya menerima perkataan yang tidak mengenakkan dari oknum petugas dari Pol-PP dan petugas dari Dinas Perhubungan pada saat itu.

"Ya mudah-mudah ini hanya oknum petugas ya dan tidak seluruh petugas seperti itu, tapi alangkah baiknya jika setiap petugas menjaga etika sopan dan santun saat memeriksa maupun ber bebicara kepada seluruh pengendara tanpa terkecuali, karena kami tidak minta di hormati tapi tetap kami di hargai. Saya acungkan dua jempol untuk petugas dari Kepolisian dan petugas tim medis saat bertugas karena menurut saya dan juga pengalaman dari masyarakat yang menceritakan kepada saya bahwa mereka sudah menjaga etika berbicara dan bertindak dengan baik. Tapi oknum Pol-PP dan oknum petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) ini yang sering bentak-bentak orang dan berbicaranya pun kurang sopan, itu menurut pengalaman saya," lanjutnya.

"Padahal kemarin kita dari DPRD baru saja adakan pertemuan dengan atasan-atasan mereka terkait SOP dan Pelayanan serta tata cara berbicara yang baik kepada masyarakat, yang ditakutkan itu, penerapan PSBB ini yang sudah baik tapi di coreng oleh tingkah laku oknum petugas yang tidak baik. Karena bukan hanya warga prabumulih yang merasakan namun warga luar kota juga ikut merasakan, takutnya nanti jadi bahan olok-olok dari warga luar kota dan menjadi kenangan yang tidak baik bagi mereka," keluhnya.

Menggapi hal tersebut, Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Politik, Mulyadi Musa yang juga selaku Kordinator pelaksanaan PSBB di Kota Prabumulih mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan atasan petugas dari Pol-PP dan Petugas dari Dishub terkait perilaku tersebut.

Mulyadi menuturkan, pihaknya sudah sering melakukan kordinasi kepada setiap instansi yang terlibat dalam pelaksanaan PSBB di Kota Prabumulih, terkait pelayanan, tindakan maupun penerapan di lapangan.

"Memang mereka di perintahkan agar melakukan tindakan yang tegas bagi pelanggar namun tetap selalu bersikap humanis, dan Kita juga selalu menyampaikan kepada seluruh petugas agar kiranya berkerja sesuai dengan SOP dan peraturan yang sudah di tetapkan, Ya mungkin saja ada kesalahan-kesalahan pada saat penerapan di lapangan, namun tetap kritik maupun saran dari semua elemen masyarak akan kami terima, karena hal itulah yang akan menjadi bahan Efaluasi kami kedepan, untuk menyukseskan Penerapan PSBB di Kota Prabumulih, dan juga Penerapan PSBB ini mudah mudahan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama," jelasnya. (FAP)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar