Tampilkan postingan dengan label OGAN ILIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OGAN ILIR. Tampilkan semua postingan

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih

 


Ogan Ilir, Merdekasumsel.com -- Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, pada Kamis, 26 Oktober 2023. Jalan tol yang dibangun sejak tahun 2019 tersebut memiliki panjang 64,5 km.


"Pada hari ini alhamdulillah Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 km telah selesai dan segera dioperasikan," ujar Presiden dalam sambutannya.


Presiden mengatakan bahwa jalan tol tersebut menelan biaya investasi yang cukup besar, yaitu Rp12,5 triliun. Namun, Presiden meyakini kehadiran jalan tol tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat jika produktivitasnya terus ditingkatkan.


"Artinya apa? Jalan tol ini harus disambungkan dengan kawasan pertanian, sambungkan dengan kawasan wisata, sambungkan dengan kawasan perkebunan, sambungkan dengan kawasan industri, ini manfaatnya akan sangat besar sekali," ungkap Presiden.


Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun jalan tol sepanjang 2.800 km di Pulau Sumatra. Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan mobilitas barang dan jasa serta meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.


"Saya berikan contoh, tadi malam saya bertemu dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, beliau-beliau menyampaikan: 'Pak dulu dari Palembang ke Lampung itu memakan waktu 10-12 jam, sekarang 3,5 jam sudah bisa. Terjadi sebuah kecepatan yang luar biasa seperti ini," ucap Presiden.


Meski demikian, Presiden menyebut bahwa jumlah tersebut masih tertinggal jauh dengan negara lain seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang saat ini telah memiliki 280 ribu km jalan tol. Presiden pun menyatakan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan tol di seluruh Indonesia.


"Itu yang ingin kita kejar agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain, stok infrastruktur kita harus terus kita tingkatkan, bisa dengan jalan APBN, bisa dibangun BUMN, bisa dibangun swasta, tiga-tiganya paralel kita kerjakan," tutur Presiden.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi turut meresmikan Jalan Layang (flyover) Patih Galung, Kota Prabumulih, Provinsi Sumatra Selatan.


Turut mendampingi Presiden dalam peresmian ini adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Pj. Gubernur Sumatra Selatan Agus Fatoni, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, dan Pj Wali Kota Prabumulih H. Elman. (Ril/FAP) 


Share:

PLN UP3 Ogan Ilir Gelar Apel Siaga Keandalan Jaringan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H



Indralaya, Merdekasumsel.com -  Siap amankan pasokan listrik selama Bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1444 H, PLN UP3 Ogan Ilir siap memberikan perhatian khusus dan layanan khusus terhadap kegiatan ibadah pada periode bulan ramadhan khususnya pelaksanaan idul fitri.


Petugas akan bersiaga di seluruh unit layanan PLN UP3 Ogan Ilir selama periode Siaga Ramadhan dan Idul Fitri yang dimulai sejak tanggal 23 Maret hingga 30 April 2023 mendatang.

"Hal ini kami lakukan untuk memastikan pasokan listrik aman sehingga kita semua dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan aman, dan lancar," ungkap Sanggam Robaga Parsaoran Sinaga,Manager PLN UP3 Ogan Ilir, Senin (20/3).


Dikatakannya, dalam satu bulan ini PLN UP3 Ogan ilir sudah melaksanakan persiapan perbaikan ROW, pihaknya juga telah melakukan pemeliharaan dan perbaikan peralatan jaringan distribusi dan perawatan aset-aset kelistrikan lainnya secara rutin dan berkala sebagai upaya preventif untuk menghindari potensi terjadinya gangguan listrik yang menyebabkan padam.

Untuk memastikan semua potensi gangguan jaringan listrik dapat diatasi, PLN menerjunkan ratusan personel gabungan beserta peralatan dan perlengkapan memadai.


Diantaranya petugas dari UP3 sendiri, Unit Layanan Pelanggan (ULP), pasukan dari Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan Tegangan Menengah (PDKB TM) total berjumlah 68 orang.


Lalu ada petugas pelayanan teknis sebanyak 287 orang dan pelaksana mitra dari perusahaan-perusahaan berjumlah 43 orang.


Kemudian peralatan seperti mobil yantek, crane, genset kapasitas 525 kVA, UGB kapasitas 900 kVA dan material berupa tiang besi, trafo kapasitas 100 kVA serta peralatan lainnya.

Lebih lanjut Ia berharap partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keandalan pasokan listrik selama Bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri minimal dengan cara mengikhlaskan pohon atau tanam tumbuh yang dimiliki untuk dapat ditebang oleh petugas, serta tidak bermain layang-layang terutama dengan menggunakan tali kawat disekitar jaringan listrik PLN.


Sebagai sarana komunikasi dan mempermudah laporan, Sanggam juga berpesan kepada pelanggan agar dapat mengakses aplikasi PLN Mobile.


Dengan Aplikasi ini segala keluhan dan masukan dari konsumen langsung terhubung ke pihak manajemen PLN dan termonitor progres tindak lanjutnya kepada konsumen.

Pada bulan ramadhan ini PLN juga memiliki program khusus untuk masyarakat yaitu program Terangi Ramadan dan Ramadan Berkah. 


Di mana khusus untuk semua golongan tarif, PLN menyediakan layanan biaya lebih murah yaitu sebesar Rp 202.300 untuk tambah daya pelanggan dari level apapun sampai dengan 5.500 VA.


"Biayanya cukup terjangkau dan khusus tempat ibadah, kami ada juga layanan biaya lebih murah sebesar Rp 150.000 untuk menambah daya hingga 5.500 VA," terang Sanggam.

"Sekuat apapun upaya yang kami lakukan tentunya tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan masyarakat. Mari kita turut menjaga keandalan pasokan listrik agar aktivitas ibadah kita selama Bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri dapat berjalan dengan lancar dan tak lupa juga disampaikan terhadap petugas agar selalu safety dalam bekerja," tutup Sanggam.(05)

Share:

Paslon Ilyas-Endang Resmi Didiskualifikasi Oleh KPU Ogan Ilir, Berikut Penjelasan KPU Ogan Ilir..

 


INDRALAYA, MERDEKASUMSEL.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir resmi mendiskualifikasi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak.


Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati setelah mendapat rekomendasi dan menggelar rapat pleno dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir, Senin (12/10/2020) malam.


Keputusan KPU ini merupakan tindaklanjut dari rekomendasi yang diberikan Bawaslu Ogan Ilir. "Adapun tindak lanjut rekomendasi dari Bawaslu yang kami lakukan adalah melaksanakan ketentuan Pasal 71 Ayat 5 dengan keputusan KPU Ogan Ili SK : 263/HK.0.1-KPT/1610/KPU-KAP/X2020 tentang pembatalan peletakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir nomor urut 2, yakni Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak," kata Massuryati kepada wartawan di kantor KPU Ogan Ilir, Indralaya, Senin (12/10/2020).


Rekomendasi ini, lanjut Massuryati, disampaikan Bawaslu Ogan Ilir pada 5 Oktober lalu. "Setelah tujuh hari setelah rekomendasi diserahkan, hari ini merupakan hari terakhir KPU Ogan Ilir menyampaikan rekomendasi Bawaslu tersebut," kata Massuryati.


Setelah mengumumkan diskualifikasi kepada paslon nomor urut 2, KPU Ogan Ilir secepatnya akan melayangkan surat diskualifikasi tersebut kepada paslon bersangkutan. "Secepatnya kami layangkan suart diskualifikasi," terang Massuryati.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir menetapkan pembatalan pasangan calon wakil bupati dan wakil bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam dan Endak PU Ishak.


Adapun keputusan KPU Ogan Ilir itu :

Kesatu : Menetapkan pembatalan pasangan calon sebagai peserta pemilihan serentak bupati dan wakil bupati tahun 2020 berupa sanksi administrasi pembatalan pasangan calon. 

Kedua : pesangan calon dikenakan sanksi administrasi pembatalan pasangan calon dimaksud dalam diktum kesatu pasangan Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak nomor urut 2, tidak diikutkan dalam peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Ogan Ilir Tahun 2020.


Rekomendasi Bawaslu.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Bawaslu OI, Darmawan Iskandar mengatakan, paslon nomor urut 2, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak yang diduga melakukan pelanggaran terkait rotasi pejabat dan hal-hal lain yang menguntungkan pasangan tersebut.


"Perlu kami tegaskan, rekomendasi Bawaslu OI adalah dari laporan, bukan temuan. Sesuai kewenangan, kami mempunyai kewajiban untuk menindaklanjuti dan memproses pelanggaran terhadap laporan yang disampaikan oleh peserta, pemantau atau warga negara yang mempunyai hak pilih di wilayah OI," terang Darmawan.


Berdasarkan laporan itulah, menyampaikan rekomendasi diskualifikasi tersebut kepada KPU OI untuk segera ditindaklanjuti. Rekomendasi yang disampaikan Bawaslu OI terkait dengan penggunaan dan pelaksanaan ketentuan aturan sesuai Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016, maupun peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2020.


"Pada ketentuan rekomendasi, ada dugaan pelanggaran terhadap Pasal 71 Ayat 3 Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016," ujar Darmawan tanpa merincikan isi pasal tersebut.


"Sekaligus kami menyampaikan imbauan kepada KPU OI, bahwa dalam ketentuan Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016, KPU wajib menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu," kata Darmawan menegaskan.


Meski mewajibkan KPU melaksanakan rekomendasi, Bawaslu menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada KPU OI, paling lambat malam ini.


Banding ke MA. Ketua tim advokasi pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji Alam- Endang PU Ishak, Firli Darta akan segera mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA), terkait putusan KPU OI yang membatalkan atau mendiskualifikasi keduanya sebagai peserta Pilkada setempat 2020.


"Menyikapi hal ini (diskualifikasi) kita akan menempuh jalur hukum, yaitu sesui dengan mekanismanya ke MA, bukan ke PTUN. Karena ini pelanggaran, bukan sengketa, maka harus ke MA," kata Firli, saat dihubungi Tribun Sumsel, Senin (12/10/2020) malam.


Menurut Firli pihaknya sendiri tidak menduga akan putusan KPU OI tersebut, yang tetap melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu, karena bukti- bukti yang telah mereka sampaikan.


Namun Ilyas- Endang sudah mempersiapkan diri dengan apapun yang bakal terjadi, dan yang ditempuh oleh tim advokasi. "Sebenarnya kami tidak menduga, sebab kita berharap KPU mencermati rekomdasi Bawaslu OI itu tidak sesuai, karena bukti- bukti yang kita sampaikan dan sajikan ke KPU OI. Tapi, nyatanya KPU OI menyimpulkan yang sama, tapi kami sudah mempersiapkan sesuatunya, jika putusan diskualifikasi keluar dengan banding ke MA," jelas Firli yang mengaku mengetahui info tersebut dari media, dan masih menunggu salinan resmi putusan dari KPU OI tersebut.


Dijelaskan alumni hukum Universitas Muhammadiyah Palembang ini, pihaknya diberikan waktu sekitar tiga hari setelah putusan, untuk melakukan banding atas putusan itu.


"Yang jelas, setelah kita menerima putusan secara resmi, kita akan langsung ke MA. Dalam aturan diberikan waktu diberikan waktu 3 hari setelah ditetapkan untuk melakukan banding ke MA, tapi masih polemik apakah saat diputuskan atau diterima batas waktu itu," bebernya.


Ia optimis jika di MA nanti pihaknya akan menang, dan pasangan Ilyas- Endang kembali disahkan jadi peserta Pilkada OI 2020. "Kita optimis di MA, karena kita punya ruang pembelaan. Kalai disini (Bawaslu dan KPU) berdasarkan kajian pelanggaran, dan hanya pihak- pihak itu mengkaji dan memutuskan, tanpa ada sanggahan atau pembelaan dari kita," tegasnya.


Ditambahkan Firli, jika adanya putusan ini akan mempengaruhi konsentrasi pasangan Ilyas- Endang dimasa kampanye saat ini, hal itu akan mempengaruhi sedikit. "Memang memperuhi sedikit pasti, tapi pengaruh besar tidak, karena jika di MA putusan sudah inkrah (final)," tukasnya.

Selain itu, pasangan ini akan segera melaporkan Bawaslu dan KPU ke DKPP. (*) 



Sumber : TRIBUNSUMSEL.COM 



Share:

Meski Tertunda Selama 1 Tahun, Kahmi Dan Forhati Majelis Daerah Ogan Ilir Resmi Dilantik


OGAN ILIR, MERDEKASUMSEL.COM -- Meski sempat molor hingga 1 tahun setelah Musyawarah Daerah, pengurus Korps Alumni HMI (KAHMI) dan Forum Alumni Kohati (Forhati) Majelis Daerah Ogan Ilir, akhirnya resmi dilantik oleh Ketua Umum Majelis Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, H Joncik Muhammad SSi, SH, MM MH pada kamis (8/10/2020), di Pendopoan Bupati Kabupaten Ogan Ilir Tanjung Senai.

Diketahui pelaksanaan pelantikan MD KAHMI dan MD Forhati di hadiri oleh Pjs Bupati Ogan Ilir, Drs Aufa Zyahrizal SP MSi, serta beberapa Tokoh KAHMI Sumsel seperti Aziz Kamis (Stafsusff Gubernur Sumsel Bidang Pariwisata), Rebo Iskandar, Dirut PT. Swarnadwipa Hotel, Juga hadir Pengurus Wilayah KAHMI Sumsel, Kamil Habibi dan Joe Martin Chandra. 

"Alhamdulilah meskipun sempat molor, karena berada pada masa pandemi, namun kita senang karena pelantikan dapat terlaksana hari ini. Teeimakasih kepada para seluruh panitia, atas terlaksana acara ini. Kita berharap nanti Kahmi OI dapat berbuat lebih banyak, sebagai mitra pemerintah dan harapan masa depan Indonesia," kata Ketua Umum Md KAHMI OI,  Sonedy Ardiansyah SSos SH

Senada dengan, Ketua Umum Forhati Ogan Ilir, Uswatun Hasanah AMKep menyatakan kesiapan untuk mengaktifkan Forhati di Ogan ilir dengan berbagai program kerja.

Setelah dilantik oleh ketua Umum Periodik Majelis Wilayah Forhati Provinsi Sumsel, Rosmalia mengatakan "Selama ini di Ogan Ilir memang belum terbentuk kepengurusan Forhati, nah mulai tahun ini sudah terbentuk. Kita berharap dapat membukakan mata hati para alumni Kohati di Ogan ilir agar sama sama berjuang untuk mengaktifkan organisasi ini, sebagai wadah untuk bersilaturrahmi dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah," jelasnya.

Diketahui dalam rangkaian acara pelantikan, diisi dengan Orasi kebangsaan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, DR Menimbang Kahariady yang menyampaikan tentang Kepemimpinan.

menurut DR Manimbang, di KAHMI seorang pemimpin harus memiliki Etos kerja, memiliki intelektual dan integritas yang tinggi.

"kecerdasan seorang pemimpin, merupakan ciri khas para kader HMI, karena itu tak heran jika petinggi Negara merupakan alumni HMI, dan sangat berpengaruh untuk Bangsa ini, memberikan solusi sesuai tema HUT KAHMI ke 54 yaitu Solusi Untuk Bangsa," katanya .

Sementara Joncik Muhammad, dalam sambutannya selalu menyampaikan bahwa HMI adalah Mata air pengkaderan di KAHMI. "kahmi tidak ada artinya tanpa HMI. Karena itu pengkaderan  harus terus dipelihara. Dukung dan dampingi. Salah satu harapan saya, MF Kahmi OI hidupkan kembali Cabang Persiapan Indralaya, " pesannya.(Ril/FAP) 


Share:

Dinyatakan Positif Covid 19, Bupati Ogan Ilir Menghimbau Kepada Orang Yang Merasa Pernah Kontak Langsung Segera Memeriksakan Diri Kerumah Sakit


Ogan Ilir, Merdekasumsel.com -- Bupati Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji Alam dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, dirinya dinyatakan positif setelah keluar hasil Swab test Senin (27/7/2020) pagi.

Ilyas mengatakan, dirinya memeriksakan diri ke RS Bhayangkara beberapa waktu lalu. Mana hasil SWAB menyatakan dirinya lah yang dinyatakan positif.

"Hasil swab tadi pagi yang saya terima, saya dinyatakan terkena Covid-19 atau Corona terhitung hari ini. Kita tidak tau, virus ini bisa kena siapa saja. Saya kena, istri saya negatif, di rumah tangga saya saja yang kena," ujarnya.

Dirinya pun mengimbau kepada orang yang merasa pernah kontak langsung dengan dirinya, untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Selain itu, ia juga mengimbau untuk tetap mematuhi protokoler kesehatan. "Saya berpesan selalu melakukan cuci tangan yang bersih, pakai masker hindari kerumunan, jaga jarak. Virus ini bisa kena siapa saja," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini masih menyusun peraturan gubernur (Pergub) tentang protokol kesehatan dan secepatnya akan diberlakukan di Sumsel. "Rancangannya sedang dipersiapkan, dan kalau sudah siap nanti akan diteliti terlebih dahulu," kata Kepala Biro Hukum dan Ham Setda Pemprov Sumsel Ardani saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan diteliti terlebih dahulu ini dijaga agar jangan sampai bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi dan jangan bertentangan dengan kepentingan umum. Lalu nantinya akan di fasilitasi untuk proses lebih lanjut ke Mendagri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah.

"Kita belum bisa bilang kapan pastinya akan mulai diberlakukan tapi secepatnya karena memamg ini kan kebutuhan masyarakat. Jadi untuk saat ini kita belum bisa menyampaikan kapan pastinya," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah Pergub yang akan dibuat ada sanksi tentang jika tidak memakai masker. Menurutnya, seyogyanya tentu ada aturan tentang itu, namun apa sanksinya dan berapa besarannya masih dalam pembahasan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurany menambahkan, bahwa untuk Pergub tentang protokol kesehatan ini masih dalam pembahasan dan terus di godok.

"Pergub ini perlu untuk pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan di seluruh tatanan kehidupan. Dengan tujuan untuk memutuskan rantai peneluran Covid-19 dan mencegah penularan lebih luas," jelasnya.

Menurutnya, pendisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan ini penting supaya yang sehat tetap sehat, yang sakit segera sehat dan kematian ditekan, ya satu-satunya jalan perlu pendisiplinan protokol kesehatan.

"Harapannya nantinya di Kabupaten/Kota juga ada Perwali, sehingga semua bisa berinovasi sesuai dengan kondisi masing-masing. Jadi sembari menunggu Inpres dibuat, Pergub dulu tidak apa-apa. Nantinya setelah keluar Inpres tinggal disesuaikan saja," ungkapnya.

Sedangkan ketika ditanya akankah nantinya ada sanksi bagi yang tidak menggunakan masker, ia nantinya akan ada sanksi tapi besarannya berapa masih belum ditentukan karena masih dibahas dan dipelajari. (Rel/FAP)

Share:

H Ahmad Syarif : Pemerintah Juga Harus Peduli Dengan Para Kiyai dan Guru Ngaji


INDRALAYA, Merdekasumsel.com - Merebaknya wabah Corona Virus Desease 19 atau Covid-19 pada saat ini memberikan banyak l dampak di tengah masyarakat, selain dampak sosial juga ekonomi yang dirasakan oleh seluruh masyarakat, tidak terkecuali di kalangan para ustadz ustadzah serta para guru ngaji di Kabupaten Ogan Ilir.

Mereka seperti luput dari perhatian pemerintah dan masyarakat, merekalah yang selama ini berperan penting di tengah masyarakat dalam membina keagamaan seluruh umat.

Hal ini seperti ungkapkan Ketua Divisi Pemberdayaan Umat Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam  (KAHMI) Kabupaten Ogan Ilir H Ahmad Syarif, S.,H,I mengatakan pada saat dii tengah situasi yang tidak menentu ini dan tidak tahu kapan berakhirnya, banyak masyarakat yang mulai mengeluhkan persoalan ekonomi, dan Pemerintah telah memikirkan dan bertindak untuk mengantisipasi hal tersebut, namun disayangkan perhatian pemerintah saat ini masih belum menyeluruh.

Menurutnya, untuk saat ini ramainya pemberitaan di media massa baik itu televisi dan media cetak bahkan di media sosial berupa postingan pembagian masker, makanan, sampai kepada sembako dan uang yang dilakukan Pemerintah, Organisasi, dan para Relawan Kemanusiaan.

"Namun ada kalangan masyarakat yang seperti terlupakan yaitu, dari kalangan ustadz ustadzah, kyai dan guru ngaji di kampung-kampung, yang aktivitas kesehariannya total terhenti karena wabah Covid-19. Ini juga sebenarnya sangat layak mendapatkan perhatian dari Pemerintah," katanya ketika dibincangi awak media di Sekretariat KAHMI Ogan Ilir, senin (13/4/2020).

Pria yang juga merupakan Guru di Madrasah Aliyah Negeri Sakatiga ini menjelaskan, jika aktivitas kesehariannya terhenti maka otomatis pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pun bertahap semakin berkurang bahkan tiada sama sekali.

Hebatnya mereka adalah orang yang masih bisa diam, mereka malu jika harus meminta apalagi menjerit kepada orang lain, meminta-minta rejeki ditengah covid 19 ini, namun pemerintahlah yang harus peka terhadap keberadaan situasi mereka.

"Sampai saat ini belum terdengar kabar perhatian dari pemerintah kepada ustadz ustadzah, kyai dan guru ngaji. Untuk itu kita sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan pihak-pihak yang terkait seperti DPRD Kabupaten Ogan Ilir, untuk memberikan bantuan kepada mereka, meringankan beban mereka para insan yang selama ini telah tulus ikhlas memberikan ilmunya, yang menjadi lentera bagi anak-anak demi kebahagian dunia akhirat," jelasnya seraya berharap semoga Allah Swt segera mengangkat wabah ini dan semua dapat teratasi, Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin. (Ril/FAP)


Share:

Formatur Terpilih Diharapkan Segera Bentuk Kepengurusan yang Solid

Rahmadi Djakfar Koordinator Carateker Musda MD Kahmi Ogan ilir


INDRALAYA - Koordinator Carateker Musyawarah Daerah (Musda) ke 3 Majelis Daerah (MD) Korps Alumni HMI (Kahmi) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rahmadi Djakfar saat dikonfirmasi koran ini usai pelaksanaan Sidang Musda Mengatakan bahwa  dirinya sangat mengapresiasi terselenggaranya Musda Majelis Daerah Kahmi OI.

Terlebih lagi karena berhasil menghadirkan 3 Kepala Daerah dalam satu meja yang sama dalam kesempatan ini. Sebagai koordinator karateker pelaksanaan Musda KAHMI ke 3 Kabupaten Ogan Ilir, dirinya tentuk merasa sangat bangga. "di tengah kesibukannya kanda kanda kita seperti Bupati Kabupaten empat Lawang, H Joncik Muhammad dan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir, Iskandar SE bisa hadir duduk bersama Bupati Kabupaten Ogan Ilir, H Ilyas Panji alam dalam pembukaan Musda ketiga," katanya.

Setelah, itu dari hasil Musda meski sempat  melampaui beberapa ketentuan AD ART karena telah melewatkan pertanggungjawaban dari kepengurusan Sebelumnya, namun Musda sudah menghasilkan produk Musdah yang legal dan sah, yaitu dengan terpilihnya Adinda Sonedi Ariansyah sebagai Formatur terpilih secara aklamasi.

"Sebagai formatur terpilih adinda Sonedi diharapkan untuk segera membentuk kepengurusan yang solid agar bisa merealisasikan program kerja baik yang sudah disepakati dalam forum sidang Musda maupun yang disesuaikan dengan masa kepengurusannya,"pintanya

Pria yang akrab disapa Madex ini juga berharap, setelah terbentuknya kepengurusan yang solid, juga diharapkan pada seluruh komponen Kahmi  untuk ikut bisa berpartisipasi dan berkontribusi membesarkan organisasi ini.

"setlah terbentuknya kepengurusan yang solid, diharapkan untuk dapat menjalankan rogram kerja baik yang diamanatkan dari hasil Musda maupun yang dilahirkan dari hasil rapat kerja daerah. ini sebagai pegangan seluruh anggota keluarga besar Kahmi Ogan Ilir,"harapnya.(FAP/EL)
Share:

Ini Nama 75 Calon DPRD Sumsel Diprediksi Terpilih Berdasarkan DC1 KPU Sumsel

Foto Ist : Gedung DPRD Sumsel

PALEMBANG, MERDEKASUMSEL.COM - Setelah dilakukan perpanjangan waktu hingga satu hari, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pemilu 2019 di KPU Sumsel, Senin (13/5/2019).

Hasil rapat pleno terbuka selanjutnya dibawa langsung ke KPU RI untuk dibacakan pada rapat pleno terbuka tingkat KPU RI.

Adapun Prediksi Nama 75 Calon DPRD Sumsel Terpilih berdasarkan hitungan DC1 KPU Sumsel dihimpun Merdekasumsel.com dan dikutip dari Tribunsumsel.com antara lain  :

Dapil Sumsel 1 (Palembang) :
1. Prima Salam SH (Gerindra)
2. Dedi Sipriyanto SKom MM (PDIP)
3. H Chairul S Matdiah SH (Demokrat)
4. Mgs H Syaiful Padli ST MM (PKS)
5. Hj RA Anita Noeringhati SH (Golkar)
6. H Kartak SAS SE (PKB)

Dapil Sumsel 2 (Palembang) :
1. Tamtama Tanjung (Demokrat)
2. DR H Budiarto Marsul SE (Gerindra)
3. Ir H Zulflkri Kadir (PDIP)
4. M Yansuri SIP (Golkar)
5. Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS)
6. H Nopianto SSos MM (Nasdem)
7. Antoni Yuzar (PKB)

Dapil Sumsel 3 (OI dan OKI)
1. Meli Mustika (PDI Perjuangan)
2. Ike Mayasari (PDIP)
3. Muchendi (P Democrat)
4. Kanovriyandi (P Demokrat)
5. Raden Gempita (Gerindra)
6. Junaidi (PAN)
7. Nawawi (Golkar)
8. Sri Sutandi (Nasdem)
9. Meri (PKB)
10. Askweni (PKS)
11. Ali Imron (Hanura)
12. Ahmad Firdaus Ishak (perindo)

Dapil Sumsel 4 (OKUT)
1. Azmi shofix (Demokrat)
2. Lindawati (Golkar)
3. Nilawati (PKB)
4. Syarnubi (PDIP)
5. Efrans (GERINDRA)
6. Syahrudin (Perindo)

Dapil Sumsel 5 (OKU-OKUS)
1. Golkar Heru Prayogo
2.Nasden Yenny Elita
3.Gerindra Susilawati
4.PKB Fathan
5.Hanura Iwan Hernawan
6.PDIP Tina Malinda
7.Golkar Andie Dinaldie

Dapil Sumsel 6 (Pali-Prabu-Muaraenim)
1. Giri Ramanda (PDIP)
2. Asgianto (Gerindra)
3. Lia Anggaraini (Demokrat)
4. Medi Basri (Golkar)
5. Firdaus (PKS)
6. Hj Nurhilyah (PKB)
7. Rizal kennedy (PPP)
8. Syamsul Bahri (Nasdem)

Dapil Sumsel 7 (Lahat-Pagaralam-Empatlawang)
1. Oktafiansyah( PKB)
2. David Aljufri (Golkar)
3. Alfarenzi Panggarbesi (Hanura)
4. Juanda Hanafiah (PAN)
5. Hasbullah (PDIP)
6. Aswari (Gerindra)
7. Holda (Demokrat)
8. Rudi Hartono (Perindo)

Dapil Sumsel 8 (Mura-Muratara-Linggau)
1. Rita Suryani (PDIP)
2. H Burlian (Gerindra)
3. Hasbi Asidiki (Golkar)
4. Novian Fauzi (Nasdem)
5. HM Subhan (PKS)
6. H Toyeb (PAN)
7. Abrar Amir (Hanura)

Dapil Sumsel 9 (Muba)
1. Tamrin (Golkar)
2. Susy Imelda (PDIP)
3. Kartika Sandra Desi (Gerindra)
4. Abu Sari (PAN)
5. Ahmad Toha (PKS)
6. Fatra (Golkar)

Dapil Sumsel 10 (Banyuasin)
1. Nadia Basyir (Golkar)
2. Susanto Ajis (PDIP)
3. Muhammad Yaser (PAN)
4. Nasrul Halim (PKB)
5. Maliono (Gerindra)
6. MF Ridho (Demokrat)
7. Herman (Nasdem)
8. Marzuki (Golkar)

Semantara Perolehan Kursi antara lain :
1. Golkar : 13
2. PDIP : 11
3. Gerindra : 10
4. Demokrat : 9
5. PKB : 8
6. PKS : 6
7. Nasdem : 6
8. PAN : 5
9. Hanura : 3
10. Perindo : 3
11. PPP : 1

Share:

Pejabat Prabumulih Yang Merupakan Bapak dari Presenter Terkenal TV One Alami Kecelakaan


PRABUMULIH, MERDEKASUMSEL.COM - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Prabumulih, Jakun Edi Santoso (56) yang juga merupakan orang tua dari presenter terkenal Tv One Andromeda Mercuri, mengalami kecelakaan lalulintas, pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 08.25.

Jakun mengalami kecelakaan setelah mobil dinas jenis mini bus merk Daihatshu Terios warna abu-abu metalik dengan nomor polisi BG 73 CZ yang biasa dipakai sehari-hari menabrak pohon.

Kecelakaan tunggal pejabat bertugas di Prabumulih itu terjadi di jalur perlintasan Jalan lintas sumatera (Jalinsum) Prabumulih-Palembang tepatnya di Km 37 Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel.

Akibat peristiwa itu, body samping sebelah kanan mobil dinas ringsek parah akibat menghantam batang pohon yang ada di pinggir bahu jalan sebelah kiri. Sementara Jakun mengalami luka ringan yakni sakit pada dada dan sesak nafas akibat benturan.

Korban oleh warga sekitar dibawa ke RS Ar-Royan Indralaya dan dirujuk ke RS Charitas Palembang untuk diberikan pengobatan medis.

Banting Stir Hindari Kendaraan

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Merdekasumsel.com, kecelakaan itu bermula saat Jakun Edi hendak berangkat kerja dari arah Indrajaya Ogan Ilir menuju kantor BPN Prabumulih.


Saat mengemdarai mobil tersebut cuaca sedang dalam keadaan hujan deras, diduga didepan ada kendaraan berhenti dan korban berusaha menghindar. Sementara dari depan ada mobil, menghindari tabrakan kemudian korban diduga banting stir ke kanan hingga menabrak pohon.

Warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

"Korban dibawa warga ke RS Ar-Royan untuk mendapat perawatan, korban mengalami luka ringan sementara mobil ringsek di bagian pintu depan kanan," kata petugas Satlantas Polres Ogan Ilir kepada wartawan.

Sementara satu diantara karyawan BPN Kota Prabumulih yang enggan namanya disebutkan ketika dibincangi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan menimpa pimpinannya tersebut.

"Beliau dari arah palembang hendak bekerja tapi di jalan mengalami kecelakaan tunggal, diduga akibat hujan deras jalan licin. Beliau dalam keadaan baik dan dirawat di RS Charitas Palembang," ungkap sumber itu. (FAP)


Share:

Dua Pelaku Pembunuh Perempuan Cantik Keok Ditembak Polisi, Akui Cinta Korban


PALEMBANG, MERDEKASUMSEL.COM - Setelah melakukan penyelidikan dan pengejaran, akhirnya dua pelaku pemerkosa dan pembunuh terhadap perempuan cantik Melinda Zidemi (24) tinggal di Sungai Baung Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

Ledua pelaku tak lain merupakan tetangga tempat tinggal korban yakni Nang (20) dan Hendri (18). Kedua pelaku ditangkap petugas dan terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas di kedua kaki masing-masing pelaku.

Kepada petugas dan wartawan kedua pelaku mengaku melakukan aksi pembunuhan lantaran korban membuka topeng satu diantara pelaku ketika akan melakukan pemerkosaan.

Pelaku Nang sendiri mengaku suka dengan Melinda Zidemi dan berniat memerkosa saja namun karena muka pelaku terlihat dan khawatir dilaporkan lalu akhirnya mengakhiri nyawa korban.

"Kami menghadang korban dan menggunakan penutup wajah, awalnya cuman mau memperkosa saja, tapi korban buka penutup wajah saya lalu saya cekik lehernya sampai mati," akui Nang di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Selatan, pada Kamis (28/3/2019).

Nang mengakui dirinya sejak awal melihat Melinda merasa senang dan jatuh cinta namun tidak berani mengungkapkan perasaan tersebut.

Namun hasrat cinta Nang menyimpang dengan berencana memperkosa korban. Pada Senin (25/3/2019) sore Nang mengajak Hendri untuk menghadang korban yang naik motor bersama Nita Pernawan (11).

Baca Juga : 


"Saya sudah rencanakan bersama Hendri, makanya pas dia keluar rumah kami ikuti dari mes. Kami tunggu di hutan untuk menghadang korban, namun tak kunjung melintas jadi kami pulang dulu ke mes untuk carger handphone," katanya.

Kemudian setelah sore Melinda melintas bersama Nita, sementara kedua pelaku menggunakan kayu balok dan zebo atau penutup wajah.

"Awalnya hanya mau bersenang-senang saja, saat itu mereka melintas dan melihat kami. Korban mau memutar arah namun kami kejar dan kami bekap wajahnya, si anak meronta dan nangis jadi dipukul Hendri hingga pingsan," katanya.

Selanjutnya kedua pelaku menarik tubuh dua korban ke dalam kebun sawit, selanjutnya Melinda yang merupakan calon pendeta dibawa ke area semak-semak untuk diperkosa. Namun tangan korban lebih dulu diikat menggunakan karet ban.

"Kami tidak jadi perkosa korban karena sedang datang bulan, kami cuman remas payudara dan ciumi korban saja secara bergantian," beber Nang.

Ditanya mengapa kemudian keduanya melakukan pembunuhan, Nang dan Hendri mengaku korban Melinda ketika dilakukan rudapaksa meronta dan membuat penutup wajah yang dikenakan Hendri tersingkap.


"Waktu kami buka pakaian korban dia berontak tan membuat penutup muka Hendri terbuka, kami panik karena dia mengenali kami," ungkap Nang yang sehari-hari bekerja sebagai tukang panen di kebun sawit itu.

Nang membeberkan, ketika itu ia dan Hendri panik lalu mencekik leher Melinda hingga meninggal dunia. "Dia beberapa kali teriak minta tolong jangan dibunuh dan teriak memanggil nama anak kecil yang bersamanya, tapi karena kami panik lalu kami cekik hingga dia meninggal," beber Nang dan Hendri.

Kedua pelaku mencekik korban selama sekitar 20 menit secara bergantian, selanjutnya setelah meninggal dan mulut korban terbuka kedua pelaku berhenti.

"Lalu kami angkat anak kecil itu dan kami letakkan dekat korban, kami tidak tau dia masih hidup karena kami pikir dia mati. Kami panik lalu menutup dengan daun dan pergi ke mess," kata kedua pelaku seraya merasa tidak akan tertangkap namun kemudian diketahui dsn diringkus polisi. (01)

Share:

Muka Dibekap Bantal, Bidan Desa di Pemulutan Ogan Ilir Diduga Diperkosa dan Dirampok

Ilustrasi

INDRALAYA, MERDEKASUMSEL.COM - Seorang Bidan Desa (Bides) di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) berinisial YL (27), diduga menjadi korban pemerkosaan disertai perampokan menimpa oleh kawanan rampok.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 00.30. Saat itu sang bidan tengah berada di kamar tempat tinggal korban tinggal yakni di kantor Puskesdes Desa Simpang Pelabuhan Dalam.

Pelaku diduga masuk dengan membongkar pintu rumah dan masuk ke kamar lalu membekap mulut korban menggunakan bantal. Kejadian pemerkosaan diduga terjadi ketika pelaku melakukan pengancaman.

Korban sendiri ketika peristiwa itu terjadi dalam keadaan sendirian di dalam rumah, lantaran sang suami pergi ke luar daerah.

"Korban menemui saya dan mengaku di rampok serta diperkosa, pelaku tidak diketahui identitasnya karena malam gelap," ungkap Zainal, tetangga yang pertama ditemui korban.

Baca Juga :
Zainal mengatakan, setelah mendapat kabar itu dan melihat korban shock serta menangis, dirinya kemudian menghubungi Kades Simpang Pelabuhan Dalam yaknj Nurdin Abdullah. Lalu bersama Kades, Zainal mendatangi rumah korban dan selanjutnya melapor ke Polsek Pemulutan.

"Kami lapor ke Polsek dan ramai petugas datang ke tempat kejadian perkara," ujar Kades kepada wartawan dan petugas kepolisian.

Menurut Nurdin, dari keterangan korban YL menyatakan para pelaku tidak diketahui berapa jumlahnya dan identitasnya. "Pelaku masuk kamat langsung bekap muka pakai bantal dan leher dijerat kain, diduga saat korban tak berdaya pelaku memperkosanya," bebernya.

Korban yang shock dan mengalami luka memar kemudian dibawa Kepala Desa bersama warga dan kepolisian ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. "Korban dalam keadaan shock dan muka korban lembam akibat dipukul oleh pelaku," jelasnya seraya mengatakan korban juga kehilangan uang Rp 500 ribu dan sebuah ponsel dibawa para perampok.

Sementara, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Ghazali Ahmad melalui Kasat Reskrim, AKP Malik Fahrin membenarkan adanya seorang Bides di Simpang Pelabuhan Dalam menjadi dugaan korban pemerkosaan dan perampokan. "Kasus ini dilaporkan ke Polsek Pemulutan, namun akan kami back-up dan masih kami lakukan penyelidikan," tegasnya. (02)
Share:

Kabur ke Batam Usai Rampok 8 Warga, Agus Diringkus Tim Serigala Polres Ogan Ilir


INDRALAYA, MERDEKASUMSEL.COM - Satu dari dua sindikat pelaku spesialis Pencurian dengan Kekerasan (curas) yang sering beraksi di jalur lintas Palembang-Indralaya, berhasil diringkus tim Serigala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ogan Ilir dibawah pimpin Kasat Reskrim, AKP Malik Fahrin Qhusnul Aqif SIK.

Pelaku yang diringkus yakni Agus (25), yang merupakan warga kilometer 10 Terminal Karya Jaya Kota Palembang.

Tidak hanya pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah kendaraan jenis Yamaha Vixion warna merah yang digunakan untuk menjalankan aksi curas, senjata tajam jenis samurai, handphone serta satu unit kamera.

Agus diringkus tim Serigala Satreskrim Polres OI bersama Satreskrim Polres Barelang pada Rabu (13/2/2019) sekitar pukul 14.00, ketika pelaku sedang berada di Taman Happy Jalan Bunga Raya Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja Kepulauan Riau.

Baca Juga :

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Ghazali Ahmad SIk MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Malik Fahrin Qhusnul Aqif SIK dan Kanit Pidum IPDA Rahmat Djakatara mengatakan diringkusnya Agus merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya Rizky Saputra (17) yang merupakan teman saat melakukan aksi curas.

"Setelah mendapat pengakuan itu, kami menyelidiki dan mengetahui pelaku ada di Kepulauan Batam. Mendapat info itu kami langsung berkoordinasi dengan Polres setempat dan langsung ke Batam serta meringkus pelaku," tegas Kasat Reskrim AKP Malik kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Kasat Reskrim menjelaskan, Rizky dan Agus tercatat telah melakukan aksi tindak kejahatan curas sebanyak delapan kali dengan tujuh orang korban di berbagai lokasi di Kabupaten Ogan Ilir. 

"Dalam menjalankan aksi mereka ini mengendarai motor Yamaha Vixion merah berboncengan lalu korban yang diintai dari Kertapati Palembang diikuti dak setelah di tempat sepi motor di pepet dan dihadang. Lalu menggunakan senjata tajam keduanya merampas barang berharga korban," jelasnya seraya mengatakan Agus dijerat pasal 365 tentang tindak pidana curas dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Sementara Agus di hadapan petugas mengakui perbuatannya dan hasil curian dijual dan uang dibagi dua. "Saya kabur ke Batam agar tidak kena tangkap tapi malah justru ditangkap," ungkap pelaku seraya mengakui perbuatannya. (02)

Share:

Bupati OI Murka, Copot Lurah Timbangan Hingga Sampaikan Kata-kata ini

Bupati OI mencopot Jabatan Lurah Timbangan

OGAN ILIR, MERDEKASUMSEL.COM
- Lurah Kelurahan Timbangan KM 32 Kabupaten Ogan Ilir yakni Abu Bakar, akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Bupati OI, Ilyas Panji Alam, pada Kamis (31/1/2019).

Oknum lurah tersebut dicopot Bupati Ogan ilir setelah viral videonya yang diduga hendak melakukan praktek pungutan liar (pungli) terhadap seorang warga yang mengurus surat pengantar izin usaha perdagangan, pada Senin (30/1/2019) lalu.

Mirisnya proses pencopotan Lurah Timbangan itu dilakukan di ruang rapat Bupati OI di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya dan dihadiri seluruh jajaran pejabat OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Berita Terkait :



Posisi lurah Timbangan saat ini dijabat Ichwani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Indralaya Utara. Sementara mantan Lurah Timbangan menduduki jabatan sebagai penata pelaksanan di Kesbangpol Linmas Ogan Ilir.

Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam meminta seluruh pejabat, PNS hingga honorer di lingkungan Pemkab Ogan Ilir agar tidak melakukan pungutan liar meski hanya satu sen dan kejadian Lurah Timbangan hendaknya jadi pelajaran.

"Kejadian ini merupakan tamparan dan sangat kita sesalkan sekali, walaupun nilainya hanya Rp 50 ribu tidak boleh melakukan pungutan liar. Anda sebagai Aparatur Sipil Negara dan kita semua sudah digaji oleh negara tidak boleh melakukan itu," tegas Bupati Ogan Ilir.

Ilyas mengatakan, dalam kejadian itu masih untung sang lurah tidak mengambil uang karena jika tidak maka bisa kena kasus pidana. "Masih untung tidak diambil, kalau diambil bisa kena gratifikasi," katanya menyesalkan.(AFP)
Share:

Viral..Inilah Video Lurah di Ogan Ilir Marah Tidak Diberi Uang Pungli, Tidak Takut Meski Warga Lapor Polda atau Lapor ke Langit


OGAN ILIR, MERDEKASUMSEL.COM - Video seorang oknum lurah meminta uang Rp 50 ribu untuk pengurusan surat keterangan usaha (SKU) ke warga, mendadak viral di jagat maya.

Video yang diungguh berbagai akun sosial media baik di instagram, facebook dan lainnya tersebut menunjukkan sifat arogan seorang oknum yang kesal serta marah tidak diberi uang Rp 50 ribu oleh warga padahal warga lain yang mengurus selalu memberi.

Peristiwa lurah melakukan pungutan liar (pungli) itu sendiri terjadi di kantor Kelurahan Timbangan KM 32 Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (30/1/2019). Sementara oknum lurah yang arogan dan melakukan pungutan liar tersebut bernama Abu Bakar dan warga mengurus SKU berinisial A dan D.

Dalam video beredar Abu Bakar meminta uang Rp 50 ribu kepada A dan D namun kedua warga itu menolak serta diduga akan melaporkan apa yang dilakukan sang oknum lurah.

Baca Juga : 


Namun bukan takut, Abu Bakar justru menantang dua warga itu silahkan melapor baik ke Polda Sumsel bahkan ke Langit atau siapa saja karena dirinya tidak takut. Berikut percakapannya :

"Pegilah, nak ngadu ke Polda lajulah, itu hak kamu, lajulah itu hak kamu. Galak payu dak galak sudah, nak ngadu ke pucuk langit lajulah, kecik igo kamu ngadu ke bupati," kata Abu Bakar dalam video.

Kemudian seorang wanita dalam video menanyakan kenapa lurah tersebut seperti itu. "Ngapo bapak ni dak galak bikini apo," ujarnya.

"Ini sudah dibikin dan pengantar ada, tapi aku minta Adm Rp 50 ribu," kata lurah.

"Adm itu pribadi bapak," sambung si warga.

"Ok pribadi aku, silahkan," jawab lurah lagi.

"Astafirullah pak, pungli bapak tu," tutur warga.

"Ini kan buat, bukan aku pilih kasih, ini kan izin dagang," ungkap sang Lurah.

"Kalau cak itu Pungli bapak ni, pungli," tambah wanita dalam video itu

Wartawan yang menelusuri dan mewawancarai dua warga tersebut mengaku sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan lurah padahal semestinya melayani masyarakat bukan melakukan pungli. "Kita sesalkan sekali tindakan itu, jelas-jelas mengurus surat seperti itu gratis justru diminta uang, alasan untuk administrasi," kata kedua warga itu.

Sementara seperti dikutip di detiksumsel.com, Lurah Timbangan Kabupaten Ogan Ilir, Abu Bakar mengaku tidak melakukan pungli karena tidak menerima uang dan berkas SKU sudah diberikan kepada warga bersangkutan.

"Persoalan tersebut sudah selesai dan saya meminta maaf atas kearoganan yang seharusnya melayani masyarakat dengan baik. Ini menjadi pelajaran bagi saya ke depan," terangnya.(AFP)

Berikut Video Viral Lurah :



Share:

Suara Bagus Juara Motocross, Aby RR Didaulat Nyanyi di Kabupaten Ogan Ilir

PRABUMULIH, MERDEKASUMSEL.COM - Selain lagu "Aku Yang Mengalah" diputar sebagai pengiring senam bersama di taman kota Prabujaya, ternyata sang penyanyi Aby Rahmad Rizki atau Aby RR justru didaulat menyanyikan lagu di acara Grasstrack di Kabupaten Ogan Ilir, pada Minggu (20/1/2019).

Aby RR yang viral sejak beberapa pekan terakhir di media sosial bersama team 444 Racing awalnya hendak mengikuti kompetisi adu cepat motocross. Namun lantaran nama anak sulung pasangan Adi Susanto dan Berti Miarti itu memiliki suara bagus serta viral di jagat maya, membuat panitia grasstrack dalam rangka HUT Kabupaten OI mendaulatnya naik panggung.

Baca: Mayat Perempuan Dibakar Ditemukan di Ogan Ilir

Sontak saja, kehadiran Aby membuat para penonton terpana dan antusias menyaksikan pria berwajah ganteng itu menyanyikan lagu hingga akhir.

Meski mengenakan kostum balap grasstrack namun tak menyurutkan warga bahkan master of ceremony (MC) bernyanyi bersama lagu "Aku Yang Mengalah" ciptaan Rian Prabu tersebut.

Hebatnya, selain memiliki suara merdu ternyata Aby RR jago dalam balapan motocross lantaran berhasil meraih tropi juara dalam kegiatan tersebut.

"Disana dia (Aby-red) ikut balap motocross tapi malah diminta panitia bernyanyi menghibur penonton dan para pembalap serta tim, alhamdulilah kami berterimakasih atas sambutan warga Kabupaten Ogan Ilir," ungkap Adi Susanto, ayah Aby RR ketika dibincangi wartawan. (AFP)
Share:

Mayat Perempuan Dibakar Ditemukan di Ogan Ilir

OGAN ILIR, MERDEKASUMSEL.COM - Masyarakat Desa Sungai Rambutan SP II Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), pada Minggu (20/1/2019) pukul 16.30, mendadak gempar.

Penyebabnya, sesosok mayat wanita ditemukan hangus terbakar di semak-semak Desa Sungai Rambutan Indralaya dengans posisi di atas "spring bad" dengan kondisi jenazah terlilit kawat tembaga.

Jenazah yang telah hangus terbakar tersebut kemudian oleh petugas kepolisian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sumsel. Hingga berita ini diturunkan petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait siapa sebenarnya sesosok mayat hangus terbakar tersebut.


Mayat yang telah hangus terbakar itu sendiri pertama ditemukan Tugino (45), yang merupakan warga desa Sungai Rambutan. Saat itu, Tugiono sedang menggembala kambing  dan tiba-tiba dikagetkan ada ranjang besi tempat tidur dalam posisi terbakar.

Tugiono yang penasaran kemudian mendekati ranjang terbakar tersebut. Betapa kagetnya Tugiono ketika melihat tulang belulang menyerupai manusia yang telah hangus dan sulit dikenali.

Melihat itu, Tugiono langsung memberitahu tahu warga dan melaporkan ke Kepala Desa setempat serta aparat Kepolisian Polsek Indralaya. "Saat itu saya sedang giring kambing lalu lihat ada itu ternyata manusia terbakar, saya langsung melapor ke warga dan kepala dusun," ungkap Tugiono kepada polisi.


Kapolsek Indralaya, AKP Bambang Julianto SH memastikan bila itu merupakan sesosok mayat manusia berjenis kelamin perempuan. "sHasil penyelidikkan diketahui, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan dan untuk identitas belum diketahui," tegasnya seraya mengatakan disekitar mayat ditemukan sebuah  antingan serta kepala ikat pinggang perempuan.

Kapolsek mengatakan, hasil keterangan saksi mengaku pernah melihat ada sebuah mobil jenis truk melintas di TKP pada Minggu (20/1/2019) sekitar pukul 02.00. namun tidak diketahui plat nomor polisi mobil itu. "Kita terus lakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi, saat ini mayat kita evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk divisum," katanya (AFP)
Share: